Isu Ayah Tiri Diduga Hamili Anak di Kemlagilor Lamongan, Puluhan Warga Datangi Balai Desa

Isu Ayah Tiri Diduga Hamili Anak di Kemlagilor Lamongan, Puluhan Warga Datangi Balai Desa
Warga Dusun Berasan Desa Kemlagilor Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan mendatangi Balai Desa Kemlagilor Kecamatan Turi.(Ist)

Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Puluhan warga Dusun Berasan, Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, mendatangi balai desa setempat, Senin (31/8/2026) malam. Kedatangan mereka dipicu keresahan terkait seorang perempuan muda yang diketahui melahirkan bayi laki-laki tanpa ikatan pernikahan resmi.

Situasi semakin menjadi perhatian warga setelah beredar isu yang menyebut bayi tersebut merupakan hasil hubungan antara perempuan itu dengan ayah tirinya. Namun, informasi tersebut hingga kini belum terbukti secara hukum dan masih sebatas dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Warga yang datang didominasi pemuda dan ibu-ibu. Mereka meminta pemerintah desa serta aparat penegak hukum segera mengambil langkah untuk memberikan kejelasan mengenai persoalan tersebut.

Warga khawatir isu yang berkembang tanpa kepastian dapat memicu keresahan bahkan berpotensi menimbulkan konflik sosial apabila tidak segera ditangani secara tepat.

Baca juga : Ekonomi Lamongan Tumbuh 5,40 Persen, Bupati Yuhronur Ajak Mahasiswa Unisla Jadi Penggerak Daerah

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, isu mengenai dugaan kedekatan antara perempuan tersebut dengan ayah tirinya disebut sudah pernah beredar sebelumnya.

“Dulu sudah pernah melahirkan, sekarang yang kedua. Keluarganya memang tertutup dan tinggal satu rumah dengan ibunya,” ujar warga tersebut.

Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, puluhan warga terlihat berkumpul di luar Balai Desa Kemlagilor sambil menunggu proses mediasi.

Sementara di dalam balai desa berlangsung pertemuan tertutup yang diikuti perangkat desa, Kepala Desa Kemlagilor Abdul Rohim, Kepala Dusun Berasan, perwakilan warga, serta aparat dari Polsek Turi.

Dalam pertemuan tersebut, pihak pemerintah desa, aparat keamanan, dan perwakilan warga membahas sejumlah langkah yang dapat ditempuh. Salah satunya terkait kemungkinan pendampingan apabila warga ingin membuat laporan kepada penyidik kepolisian.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diterima Polres Lamongan terkait dugaan perkara tersebut.

Baca juga : Sebanyak 10 Ribu Warga Kediri Meriahkan Jalan Sehat GRIB Jaya, Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Persatuan

Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026), membenarkan belum adanya laporan yang masuk ke kepolisian.

“ Saat ini belum ada laporan masuk. Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan belum menerima laporan,” jelas Ipda M. Hamzaid.

Polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kebenaran isu yang berkembang di masyarakat. Kepastian mengenai dugaan tersebut masih menunggu adanya laporan serta proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum.***

Reporter: Suprapto

Editor : Hadiyin

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *