Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Musim panen tembakau di Kabupaten Lamongan memasuki puncaknya pada September 2026. Di tengah cuaca panas dan keterbatasan sumber air, harga tembakau di tingkat petani justru menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, daun tengah tembakau varietas Jawa kini dihargai Rp47.000 hingga Rp52.000 per kilogram. Sedangkan tembakau varietas Virginia berada di kisaran Rp38.000 sampai Rp40.000 per kilogram.
Kepala DKPP Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan, kondisi harga tersebut menjadi kabar positif bagi petani. Namun, harga tetap sangat dipengaruhi kualitas dan tingkat kemasakan daun saat dipanen.
“Harga tembakau saat ini cukup bagus, khususnya varietas Jawa dan Virginia, dengan daun tengah varietas Jawa berada di kisaran 47 ribu hingga 52 ribu, sedangkan pada varietas Virginia mencapai 38 ribu hingga 40 ribu. Ini tentu menjadi peluang yang baik bagi petani, meskipun kualitas dan tingkat kemasakan daun tetap menjadi faktor yang menentukan harga,” tutur Mugito saat ditemui di Kantor DKPP Kabupaten Lamongan, Rabu (16/9/2026).
Baca juga : Kejurprov PERSANI Jatim 2026 Jadi Ajang Pemkab Kediri Bidik Atlet Senam Masa Depan
Ia menjelaskan, musim tanam tembakau di Lamongan telah dimulai sejak akhir April hingga Mei 2026. Sentra penanaman tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Mantup, Sambeng, Ngimbang, Modo, Bluluk, Sugio, Kedungpring dan Sukorame.
“Hingga akhir September 2026, luas tanam tembakau di Kabupaten Lamongan teridentifikasi mencapai 9.213 hektare. Sementara itu, musim panen telah dimulai sejak Agustus dan masih berlangsung hingga saat ini,” ujarnya.
Meski harga cukup menjanjikan, petani masih menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca. Suhu panas yang cukup ekstrem ditambah keterbatasan air berdampak terhadap pertumbuhan tembakau di sejumlah wilayah.
Bahkan, DKPP menemukan adanya tanaman tembakau yang pertumbuhannya tidak maksimal atau cenderung kerdil akibat kondisi tersebut.
“Secara ideal, pada fase pertumbuhan tembakau diperlukan ketersediaan air yang cukup untuk mendukung perkembangan tanaman. Kondisi tersebut menjadi perhatian DKPP Lamongan dalam memberikan pendampingan kepada petani, terutama menghadapi karakter musim tanam tahun ini,” tambahnya.
Baca juga : Kejurprov PERSANI Jatim 2026 Jadi Ajang Pemkab Kediri Bidik Atlet Senam Masa Depan
Untuk menjaga produktivitas, DKPP Lamongan terus memberikan imbauan dan sosialisasi kepada petani mengenai kondisi musim serta teknik budidaya yang sesuai.
Dukungan juga diberikan melalui bantuan sarana produksi dan sarana pertanian (saprodi dan saprotan). Bantuan tersebut antara lain berupa benih bersertifikat, pelatihan pembibitan, hand sprayer elektrik, hand tractor, alat perajang beserta kelengkapannya, hingga pembangunan infrastruktur jalan produksi di kawasan perkebunan.
Selain itu, pada tahun sebelumnya DKPP Kabupaten Lamongan juga telah membangun sumur tanah dangkal di sejumlah titik pada wilayah sentra tembakau, khususnya kawasan Lamongan bagian selatan.
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi aktivitas pertanian di kawasan penghasil tembakau.
Dengan luas tanam mencapai lebih dari 9.000 hektare dan harga jual yang relatif baik, Pemkab Lamongan berharap musim panen 2026 dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi para petani tembakau.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin






Response (1)