Kampung Kerapu Labuhan Lamongan Kian Menggeliat, Nilai Produksi Capai Rp174 Miliar

Kampung Kerapu Labuhan Lamongan Kian Menggeliat, Nilai Produksi Capai Rp174 Miliar
Bupati Lamongan hadir dalam festival Kerapu di area Parkir Wisata Pantai Kutang Kecamtan Brondong.(Ist)

Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Kampung Kerapu Labuhan di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, terus berkembang sebagai salah satu sentra budidaya ikan kerapu. Pengembangan kawasan tersebut kini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong penerapan teknologi dan pengolahan hasil agar memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat.

Geliat tersebut terlihat dalam Festival Kerapu 2026 yang berlangsung di Area Parkir Wisata Pantai Kutang, Desa Labuhan, Minggu (13/9/2026).

Festival tersebut menjadi sarana promosi sekaligus ruang untuk memperkenalkan berbagai potensi komoditas kerapu. Salah satu kegiatan yang digelar yakni lomba olahan kerapu yang diharapkan mampu mendorong masyarakat menciptakan produk turunan dengan nilai jual lebih tinggi.

Kampung Kerapu Labuhan memiliki posisi penting dalam pengembangan perikanan budidaya di Kabupaten Lamongan. Bahkan, Lamongan telah ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya Komoditas Kerapu melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 111 Tahun 2023.

Baca juga : Persela Lamongan Bekuk Persis Solo 2-0 di Laga Perdana Championship 2026/2027

Status tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah dan para pembudidaya untuk terus meningkatkan produktivitas, kualitas, serta daya saing kerapu Lamongan.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pemerintah daerah terus memberikan pembinaan dan pendampingan agar Kampung Kerapu Labuhan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat maupun daerah.

“Kami terus mendorong, memberikan semangat agar Kampung Kerapu di Labuhan semakin berkontribusi. Banyak hal yang telah kita lakukan, mulai dari pembinaan produksi agar lebih meningkat dan memiliki daya saing, memberikan materi manajemen, pengelolaan ikan, pemasaran dan lainnya,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.

Pengembangan Kampung Kerapu Labuhan juga mulai diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital.

Pada Maret 2026, Pemkab Lamongan melalui Dinas Perikanan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital menyalurkan 150 unit Venjet kepada 100 pembudidaya kerapu.

Teknologi tersebut memanfaatkan Internet of Things (IoT), sensor kualitas air, serta sistem smart aerator. Pemanfaatan teknologi diharapkan membuat pembudidaya dapat memantau kondisi kolam secara lebih efektif dan efisien.

Baca juga : Digitalisasi Pengelolaan APBN: Mendorong Optimalisasi CMS pada Satker Mitra KPPN Kediri

Sebelumnya, Dinas Perikanan Lamongan juga melakukan survei dan koordinasi bersama Venambak di Desa Labuhan sebagai bagian dari persiapan penerapan teknologi digital dalam kegiatan budidaya perikanan.

Penerapan berbagai upaya tersebut sejalan dengan perkembangan produksi kerapu Lamongan yang menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan, produksi kerapu pada 2023 tercatat sebanyak 1.357,01 ton. Angka tersebut meningkat menjadi 1.823,62 ton pada 2024 dan kembali naik menjadi 1.830,62 ton pada 2025.

Sementara hingga September 2026, produksi kerapu telah mencapai 1.071,1 ton.

Dari sisi ekonomi, komoditas kerapu juga memberikan kontribusi yang cukup besar. Pada 2025, nilai produksi kerapu Lamongan mencapai Rp174,12 miliar.

Sedangkan hingga triwulan II 2026, nilai produksi kerapu telah mencapai Rp90,95 miliar.

Secara keseluruhan, produksi perikanan budidaya Kabupaten Lamongan pada 2025 mencapai 46.941,85 ton dengan nilai produksi sebesar Rp1,429 triliun.

Pak Yes optimistis produksi kerapu Lamongan masih berpeluang meningkat hingga penghujung 2026.

“Tahun 2025 produksi kerapu mencapai Rp174 miliar lebih, kemudian triwulan II 2026 sudah lebih dari Rp90 miliar. Kita yakin sampai akhir 2026 produksi akan bertambah besar lagi,” tegasnya.

Menurutnya, kemajuan Kampung Kerapu Labuhan tidak cukup hanya diukur dari peningkatan jumlah produksi. Penguatan kemampuan pembudidaya juga perlu dilakukan melalui peningkatan manajemen, pemanfaatan teknologi, perluasan pemasaran, hingga pengembangan produk olahan.

Dengan demikian, kerapu Lamongan diharapkan tidak hanya menjadi komoditas unggulan dari sisi produksi, tetapi juga memiliki nilai tambah dan daya saing yang semakin kuat. ***

Reporter: Suprapto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *