Bupati Lamongan Beri Nama Bayi yang Ditemukan dalam Kardus, Rayyan Bermakna Pintu Surga

Bupati Lamongan Beri Nama Bayi yang Ditemukan dalam Kardus, Rayyan Bermakna Pintu Surga
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Istrinya Anis Kartika menjenguk bayi laki laki yang ditemukan dalam Kardus di sebuah warung di Karangbinangun .(Ist)

Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Bayi laki-laki yang ditemukan warga dalam sebuah kardus di bekas warung makan di Jalan Raya Deket-Karangbinangun, Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, kini mendapat perhatian dari Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Kondisi bayi tersebut dilaporkan sehat setelah sebelumnya mendapatkan pemeriksaan dan perawatan dari tim medis di RSUD dr Soegiri Lamongan.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama istrinya, Anis Kartika, menjenguk bayi tersebut pada Sabtu (12/9/2026). Dalam kesempatan itu, Pak Yes, sapaan akrab Yuhronur Efendi, juga memberikan nama Rayyan kepada bayi laki-laki tersebut.

Nama Rayyan dipilih karena memiliki makna yang baik. Dalam bahasa Arab, Rayyan dikenal sebagai nama salah satu pintu surga.

“Hari ini saya beserta istri saya Anis Kartika menjenguk seorang bayi laki-laki yang sebelumnya ditemukan oleh warga dalam sebuah kardus, di depan warung di wilayah Kecamatan Karangbinangun. Setelah dicek oleh tim medis di rumah sakit, Alhamdulillah bayinya sehat dan kondisinya sangat baik,” ujar Pak Yes.

Baca juga : Digitalisasi Pengelolaan APBN: Mendorong Optimalisasi CMS pada Satker Mitra KPPN Kediri

Ia mengatakan, pemberian nama Rayyan diharapkan menjadi doa bagi kehidupan bayi tersebut di masa mendatang.

“Saya berikan nama Rayyan, sebuah nama yang memiliki arti salah satu pintu surga. Maksudnya, mudah-mudahan kelak bayi ini menjadi pintu rezeki, pintu keberkahan, dan pintu kebaikan bagi masa depannya. Semoga kelak dia menjadi pribadi yang baik yang didambakan banyak orang, serta tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat,” ungkapnya.

Pak Yes juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendoakan agar Rayyan tumbuh sehat, kuat dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

“Kita doakan semoga tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat dan kelak memiliki kehidupan yang jauh lebih indah daripada awal kisahnya,” ujarnya.

Mengenai rencana adopsi, Pak Yes menyebutkan telah ada sejumlah warga yang menyampaikan keinginan untuk mengasuh bayi tersebut. Namun, proses adopsi tetap harus dilakukan melalui prosedur sesuai regulasi dan ketentuan hukum yang berlaku.

Ia juga tidak mempermasalahkan apabila nantinya orang tua angkat Rayyan ingin menambahkan atau menyesuaikan nama lengkap bayi tersebut.

Menurut Pak Yes, peristiwa yang dialami Rayyan menjadi pengingat bahwa setiap anak merupakan amanah yang harus memperoleh perlindungan, kasih sayang, serta kesempatan untuk memiliki masa depan.

Baca juga : Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Diikuti 137 MA dari 19 Provinsi

“Apa yang terjadi pada Rayyan menjadi pengingat, bahwa anak adalah amanah. Mereka tidak pernah meminta untuk dilahirkan, tetapi mereka berhak mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan masa depan,” tegasnya.

Ia berharap Rayyan dapat tumbuh dengan baik hingga kelak menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, warga Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki yang baru lahir di sebuah bekas warung di Jalan Raya Deket-Karangbinangun, Jumat (11/9/2026) pagi.

Saat ditemukan, bayi tersebut masih dalam keadaan hidup dan berada di dalam sebuah kardus yang dilapisi kain serta kantong plastik. Tali pusarnya juga disebut masih belum terpotong.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Sekitar pukul 06.00 WIB, Polsek Karangbinangun menerima laporan warga mengenai keberadaan bayi di lokasi tersebut.

Kapolsek Karangbinangun Iptu I Wayan Sumantra membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang meninggalkan bayi tersebut sekaligus mencari keberadaan ibu kandungnya.

“Benar, saat ini Polsek Karangbinangun sedang melakukan upaya penyelidikan ibu kandungnya,” ujar Iptu I Wayan Sumantra saat dikonfirmasi.

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian bersama Dinas Kesehatan dan bidan setempat langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi bayi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi masih hidup. Petugas kemudian memberikan pertolongan dan mengevakuasinya untuk mendapatkan penanganan medis.

“Sekitar pukul 06.00 WIB ada laporan warga masyarakat ke Polsek. Kemudian anggota langsung ke TKP bersama Dinas Kesehatan dan bidan setempat. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar dan kondisi bayi masih hidup,” jelasnya.

Bayi tersebut sempat dibawa ke Puskesmas Karangbinangun untuk memperoleh penanganan awal. Selanjutnya, bayi dirujuk ke RSUD dr Soegiri Lamongan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kini, bayi yang telah diberi nama Rayyan tersebut dilaporkan dalam kondisi sehat dan masih berada dalam pengawasan serta perawatan tim medis.

Di sisi lain, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang meninggalkan bayi tersebut, termasuk menelusuri keberadaan ibu kandungnya. ***

Reporter: Suprapto

Editor : Hadiyin

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *