Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Ada tradisi unik yang rutin dilakukan Kepala Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, Suminto. Setiap kali panen padi selesai, sebagian hasil panen miliknya disisihkan untuk dibagikan secara gratis kepada seluruh warga desa.
Kebiasaan tersebut telah dilakukan Suminto setiap tahun sejak dirinya dipercaya memimpin Desa Sukorejo. Baginya, berbagi hasil panen bukan sekadar memberikan bantuan kepada masyarakat, tetapi menjadi bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga kedekatan dengan warga.
Pembagian dilakukan secara merata kepada seluruh rumah tangga. Masing-masing keluarga mendapatkan satu paket beras dengan berat 5 kilogram.
Distribusi beras dilakukan setelah seluruh proses panen selesai. Hasil panen yang telah disiapkan kemudian diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka dan diantar oleh dua petugas langsung ke rumah-rumah warga.
Baca juga : Persela Lamongan Bekuk Persis Solo 2-0 di Laga Perdana Championship 2026/2027
Meski tidak ikut turun membagikan paket tersebut, warga mengetahui beras yang mereka terima merupakan bagian dari hasil panen pribadi sang kepala desa. Setiap tahun, jumlah beras yang dibagikan mencapai lebih dari 400 paket.
Tidak hanya beras, Suminto juga membagikan hasil panen dari sektor perikanan. Ketika musim panen ikan tambak tiba, warga kembali mendapatkan bagian berupa ikan dari hasil tambak miliknya.
“Tiap tahun semua rumah dapat beras dan ikan dari Pak Kades,” ungkap Kusbianto, salah seorang warga Desa Sukorejo.
Menurutnya, kepedulian Suminto tersebut sudah menjadi tradisi yang dinantikan warga. Program berbagi itu juga dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat tanpa membedakan penerima.
Suminto membenarkan kebiasaan tersebut. Ia mengatakan, keinginan berbagi hasil panen telah menjadi komitmen yang dibangun bersama istrinya sejak awal menjabat sebagai kepala desa.
“Sudah kami niatkan dari awal menjabat. Alhamdulillah, hasil panen petani di desa ini tahun ini cukup baik, harga gabah juga bagus. Sebagian kami sisihkan untuk dibagikan kepada warga,” terang Suminto, Minggu (13/9/2026).
Baca juga : Dua Kebakaran Terjadi di Semen Kediri, Hutan Jati dan Rumpun Bambu Dilalap Api
Ia menjelaskan, jumlah paket beras yang disiapkan setiap tahun mengikuti pembaruan data jumlah rumah yang ada di Desa Sukorejo. Desa tersebut terdiri dari dua dusun, yakni Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan.
“Jumlahnya mengacu pada jumlah rumah warga. Desa Sukorejo terdiri dari Dusun Jalak dan Dusun Kepatihan, dengan total sekitar 430 rumah,” pungkasnya.
Tradisi tersebut menjadi bentuk sederhana dari rasa syukur sekaligus kepedulian sosial kepala desa terhadap masyarakat. Hasil panen yang diperoleh tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi turut dibagikan kepada warga Desa Sukorejo.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





