Kediri, LINGKARWILIS.COM – Ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di Kabupaten Kediri menjadi perhatian Satgas Pangan, terutama menjelang akhir tahun. Untuk memastikan pasokan tetap aman, monitoring dilakukan di sejumlah pasar dan sentra penggilingan padi.
Pemantauan pertama digelar di Pasar Besar Pamenang Pare pada Rabu (23/9/2026) siang. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengecek secara langsung stok berbagai kebutuhan pokok, khususnya beras, sekaligus memastikan ketersediaannya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga penghujung tahun.
Monitoring dan evaluasi (monev) akan dilanjutkan pada Kamis (24/9/2026) dengan menyasar Pasar Gringging, Kecamatan Grogol, serta sejumlah penggilingan padi di wilayah tersebut.
Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Kediri, Choirunnikmah, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan pangan di Kabupaten Kediri tetap mencukupi.
Baca juga : Diduga Korsleting Mesin Cuci, Bekas Kandang Sapi di Papar Kediri Terbakar
Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena kondisi stok bapokting sejauh ini dinilai masih aman.
“Bapokting secara umum untuk beras, gula, minyak goreng, telur, bawang putih, cabai rawit, kedelai dan kacang secara menyeluruh sangat mencukupi dan semua barang berkualitas. Kami harapkan warga tidak perlu panic buying untuk stok bapokting di Kabupaten Kediri,” katanya.
Kondisi stok tersebut juga terlihat dari ketersediaan beras di tingkat pedagang. Ulfa Nurlaili, salah seorang pedagang beras di Pasar Besar Pamenang Pare, mengatakan sejumlah jenis beras seperti Bramo, beras 64 dan SPHP tersedia di kiosnya.
Untuk beras Bramo dan SPHP, stok yang disiapkan masing-masing mencapai sekitar satu ton dalam sepekan dan dapat habis terjual. Sementara beras SPHP juga tersedia sekitar lima kuintal dan biasanya tidak membutuhkan waktu satu minggu untuk terserap konsumen.
Baca juga : Bakar Sampah Ditinggal, Rumpun Bambu di Wates Kediri Dilalap Api
Selain beras, pasokan komoditas lain juga terpantau tersedia. Samsul, pedagang bawang putih di pasar tersebut, menyebut stok bawang putih yang disiapkan di kiosnya mencapai lebih dari dua ton dan umumnya habis dalam waktu sekitar satu minggu.
Untuk harga bawang putih saat ini berada di kisaran Rp22.500 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya yang berada di angka Rp21.000 per kilogram.
Sementara itu, stok kedelai, ketan, kopi dan kacang hijau disebut masih tersedia dalam jumlah lebih dari cukup.
“Kita siapkan bahan pangan ini lebih dari cukup dengan maksud agar konsumen mudah mencarinya,” katanya.
Dengan monitoring secara langsung di pasar dan sentra produksi, Satgas Pangan Kabupaten Kediri berharap ketersediaan serta kelancaran distribusi bahan pokok tetap terjaga. Masyarakat juga diimbau membeli kebutuhan sesuai keperluan agar tidak memicu lonjakan permintaan yang tidak diperlukan.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





