TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM — Bencana hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Tulungagung. Hujan lebat yang disertai angin kencang pada Sabtu (3/1/2026) sore mengakibatkan puluhan rumah warga di sejumlah kecamatan mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmadji, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem tersebut terjadi secara tidak merata. Hujan deras dan angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, sementara wilayah perkotaan dan bagian utara Tulungagung dilaporkan tidak terdampak hujan.
“Peristiwa ini tidak terjadi merata. Dari laporan yang kami terima, ada enam kecamatan yang terdampak langsung,” ujar Sudarmadji, Minggu (4/1/2026).
Enam kecamatan yang melaporkan dampak bencana hidrometeorologi tersebut yakni Boyolangu, Campurdarat, Sumbergempol, Ngunut, Rejotangan, dan Gondang.
Baca juga : Kemenag Kota Kediri Salurkan Donasi Rp 80 Juta untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera melalui Dinsos
Di Kecamatan Boyolangu, sebanyak 15 rumah warga di Desa Waung dilaporkan mengalami kerusakan. Sementara di Kecamatan Ngunut, lima rumah di Desa Pandansari rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Pohon tumbang juga terjadi di Desa Purworejo dan Desa Sumberjo Wetan.
Dampak serupa terjadi di Kecamatan Gondang. Di Desa Rejosari, delapan rumah warga dilaporkan rusak akibat terpaan angin kencang. Selanjutnya di Kecamatan Sumbergempol, enam rumah warga di Desa Trenceng mengalami kerusakan. Sementara itu, di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, satu bangunan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) turut terdampak.
“Total kerusakan yang tercatat sementara mencapai 34 rumah warga dan satu bangunan BUMDes,” jelas Sudarmadji.
Selain kerusakan bangunan, angin kencang juga menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang di sekitar Stasiun Rejotangan. Peristiwa tersebut sempat menghambat arus lalu lintas dari dua arah hingga petugas melakukan proses evakuasi.
BPBD Tulungagung, lanjut Sudarmadji, memprioritaskan penanganan darurat dengan mengevakuasi pohon-pohon tumbang yang menutup akses jalan, khususnya di wilayah Kecamatan Ngunut dan Rejotangan. Untuk rumah-rumah yang mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap, proses pendataan dan asesmen mulai dilakukan pada Minggu (4/1/2026).
Baca juga : Kasus Narkotika di Tulungagung Meningkat Tajam, Kedungwaru Dominasi Lokasi Peredaran
“Petugas kami bekerja hingga malam, terutama untuk penanganan rumah yang tertimpa pohon di Kecamatan Ngunut. Hari ini asesmen mulai dilakukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026,” pungkasnya.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin






