LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM — Seorang petani bernama Kasiadi (65), warga Dusun German, Desa German, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, ditemukan meninggal dunia di area persawahan Desa Kalipang, Kecamatan Sugio, Sabtu (27/12/2025).
Korban ditemukan dalam kondisi terbujur kaku di tengah sawah oleh istrinya, Kusmiati, sekitar pukul 11.00 WIB. Dugaan sementara, Kasiadi meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak saat sedang beraktivitas di ladang.
Kapolsek Sugio AKP Jinanto melalui Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban berangkat ke sawah sekitar pukul 06.00 WIB. Namun hingga pukul 10.00 WIB, korban tak kunjung kembali ke rumah sebagaimana kebiasaan hariannya.
Baca juga : Tekan Kepadatan Nataru, Satlantas Polres Lamongan Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Truk Barang
“Biasanya setelah dari sawah, korban pulang ke rumah lalu berangkat ke pasar. Karena hingga pukul 10.00 WIB belum terlihat pulang, istri korban merasa khawatir dan menyusul ke sawah di Desa Kalipang,” terang Ipda Hamzaid.
Sesampainya di lokasi, Kusmiati mendapati suaminya sudah tidak bernyawa. Saksi lain, Patrum, yang memiliki lahan sawah berdekatan, mengaku sempat melihat korban pada pagi hari. Namun sekitar pukul 07.00 WIB, korban sudah tidak terlihat lagi di sekitar area persawahan.
Mengetahui kondisi korban yang telah kaku, istri korban segera meminta bantuan warga setempat. Karena akses dan sarana terbatas, jenazah dievakuasi warga menggunakan tandu dari anyaman bambu menuju rumah duka. Informasi kejadian tersebut baru diterima pihak kepolisian setelah beredar video proses evakuasi.
“Sekitar pukul 13.00 WIB, Kanit Reskrim menerima video evakuasi jenazah yang dibawa warga. Petugas piket Polsek Sugio kemudian langsung mendatangi lokasi,” jelas Hamzaid.
Saat petugas tiba di rumah duka, jenazah korban telah selesai dimandikan dan dipersiapkan untuk proses pemakaman. Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit kolesterol dan asam urat.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa kaos lengan panjang warna biru. Dugaan kuat korban meninggal dunia akibat serangan jantung,” ungkapnya.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Surat pernyataan penolakan telah dibuat, dan jenazah langsung dimakamkan di pemakaman desa setempat.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin





