BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Blitar terus mengintensifkan upaya pencegahan stunting dengan memperketat pemantauan kesehatan ibu hamil. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni pemberian makanan tambahan bergizi secara rutin kepada para ibu hamil di seluruh wilayah kota.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar, Endang Purwono, mengatakan program pencegahan stunting dilakukan secara berkelanjutan, mulai sejak masa kehamilan hingga anak berada dalam fase pertumbuhan.
“Begitu seorang ibu diketahui hamil, kondisi kesehatannya langsung dipantau. Setelah anak lahir, pemantauan tetap dilakukan, terutama terkait pertumbuhan dan kecukupan gizi,” ujarnya, Jumat (31/1/2026).
Baca juga : Ratusan Tenaga Pendidik se-Kota Kediri Gelar Ibadah dan Perayaan Natal, Perkuat Spiritualitas Guru
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 800 ibu hamil yang menjadi sasaran program pencegahan stunting. Mereka tersebar di 21 kelurahan pada tiga kecamatan di Kota Blitar.
Dalam program tersebut, setiap ibu hamil mendapatkan makanan tambahan berupa dua butir telur setiap hari sebagai sumber protein. Selain itu, pemkot juga menyalurkan asupan protein hewani lain seperti daging guna menunjang kebutuhan gizi ibu dan janin.
“Pemberian makanan tambahan ini disertai pemeriksaan kesehatan rutin. Tujuannya agar kondisi ibu dan janin terpantau sejak dini,” jelas Endang.
Untuk mendukung program tersebut, pada tahun 2026 Kota Blitar memperoleh tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat sebesar sekitar Rp 1,4 miliar. Selain itu, Pemkot Blitar juga mengalokasikan anggaran dari APBD sebagai bentuk komitmen daerah dalam penanganan stunting.
Baca juga : Anggaran Seragam Gratis SD–SMP di Blitar Naik Jadi Rp 6 Miliar
“Anggaran ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan anak, sehingga kasus stunting bisa terus ditekan,” pungkasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





