Kediri, LINGKARWILIS.COM – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri memastikan hingga saat ini tidak ditemukan kasus puso atau gagal panen padi, meskipun wilayah setempat tengah menghadapi cuaca panas ekstrem di masa pancaroba.
Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Sukadi, menyampaikan bahwa pihaknya bersama petugas penyuluh lapangan (PPL) terus melakukan pemantauan dan evaluasi di berbagai daerah rawan kekeringan maupun serangan hama. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas hasil pertanian dan memastikan produksi padi tetap meningkat.
“Kami terus berupaya agar tidak ada tanaman padi yang puso, apa pun kondisi cuacanya. Daerah-daerah yang berpotensi terdampak sudah kami petakan, dan petugas di lapangan berkoordinasi langsung dengan kelompok tani untuk melakukan penyemprotan hama secara maksimal,” ujarnya.
Baca juga : DP2KBP3A Kabupaten Kediri, Gelar Baksos MOW & MOP di RSUD SLG, Diikuti 294 Peserta dari 26 Kecamatan
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara rutin di seluruh wilayah Kabupaten Kediri, terutama di lahan yang masih dalam masa pertumbuhan padi. Kegiatan monitoring dan evaluasi bertujuan agar tanaman tetap sehat dan hasil panen bisa mencapai kualitas optimal.
“Kerja sama antara petani dan pemerintah sangat dibutuhkan. Jika ditemukan tanda-tanda puso, petani diminta segera melapor kepada pihak berwenang dan diteruskan ke Dispertabun untuk segera ditindaklanjuti. Berdasarkan laporan terakhir, tidak ada wilayah di Kabupaten Kediri yang mengalami puso,” tambahnya.
Dengan langkah antisipatif tersebut, Dispertabun optimistis produktivitas padi di Kabupaten Kediri tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





