Blitar, LINGKARWILIS.COM – DPRD Kabupaten Blitar kembali menggelar rapat paripurna pertama pasca gedung dewan dirusak massa yang anarkis pada Minggu (31/8/2025). Meski berjalan lancar, jalannya sidang harus dilakukan dengan fasilitas serba terbatas.
Di ruang paripurna, pendingin udara tidak berfungsi, meja tanpa kaca, dan tayangan proyektor absen karena sejumlah perangkat mengalami kerusakan akibat amukan massa. Kendati demikian, rapat tetap digelar dengan agenda penjelasan Bupati terkait nota Rancangan Perubahan APBD 2025.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriyadi, menyatakan rapat harus tetap berjalan karena merupakan kelanjutan agenda sebelumnya.
“Paripurna ini sudah dijadwalkan sejak lama. Walau fasilitas belum pulih sepenuhnya, sidang tetap bisa berlangsung dengan baik dan kehadiran anggota dewan juga cukup banyak,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).
Baca juga : Sebanyak 4.000 Aset Pemkab Kediri Hilang Saat Kerusuhan, Kantor DPRD Paling Banyak
Ia menambahkan, perbaikan ruang paripurna akan dilakukan secara bertahap. Beberapa sarana vital seperti pengeras suara dan perangkat penunjang lain akan segera diprioritaskan.
“Untuk perbaikan total, rencananya akan kami ajukan pada anggaran perubahan 2025. Yang terpenting agenda dewan tidak boleh terhenti,” tegasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





