Kediri, LINGKARWILIS.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri merayakan Dies Natalis ke-48 dengan pagelaran wayang kulit bertajuk Gatotkaca Lahir.
Acara yang digelar di Gedung B1 Ruang A5 Kampus 1 UNP Kediri pada Selasa (18/2/2025) pukul 19.00 WIB ini menghadirkan dalang muda Ki Haryo Sumantri, mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UNP Kediri.
Ketua Prodi Pendidikan Sejarah UNP Kediri, Nara Setya Wiratama, M.Pd., menekankan bahwa perayaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk komitmen akademik dalam pelestarian budaya.
Baca juga : Penutupan KKN Universitas Nusantara PGRI Kediri di Kelurahan Tosaren, Pak Lurah Sampaikan Apresiasi
“Wayang kulit bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga media edukasi sejarah dan kearifan lokal. Kami berharap melalui acara ini, mahasiswa semakin memahami dan mencintai sejarah,” ujarnya.
Dalam rangka mendukung pelestarian budaya, Prodi Pendidikan Sejarah UNP Kediri juga telah menjalin kerja sama dengan Yayasan Rumah Budaya Kediri sejak 4 Februari 2025. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa dalam kajian budaya dan sejarah lokal.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNP Kediri, Dr. Agus Widodo, M.Pd., turut hadir bersama para dosen serta ketua prodi se-FKIP. Antusiasme tinggi terlihat dari mahasiswa yang menghadiri pagelaran ini.
Dies Natalis ke-48 ini menjadi momen bersejarah bagi Prodi Pendidikan Sejarah, yang sejak berdiri pada tahun 1977, belum pernah menggelar perayaan serupa. Tradisi ini diinisiasi oleh Nara Setya Wiratama, M.Pd., sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah dan budaya bangsa.
Afif Maulana Putra, mahasiswa yang turut serta dalam pertunjukan, mengungkapkan kebanggaannya. “Kami tidak hanya belajar teori sejarah, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya. Semoga kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin,” katanya.
Acara ini mendapat apresiasi luas dari kalangan akademisi dan mahasiswa. Selain menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis, pagelaran wayang kulit ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran sejarah serta kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






