Kediri, LINGKARWILIS.COM – Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, ketersediaan bahan pokok seperti beras, daging sapi, dan daging ayam untuk bulan September hingga akhir tahun 2024 dipastikan mencukupi. Hal ini termasuk dalam persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, melalui Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi, dan Kerawanan Pangan, Arbai, menyatakan bahwa Kabupaten Kediri memiliki stok beras sebanyak 36.660,7 ton, daging sapi 113,4 ton, dan daging ayam 1.936,1 ton. Jumlah ini dianggap lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga akhir tahun.
“Kebutuhan beras untuk bulan September diperkirakan 9.593,5 ton, dengan surplus 27.067,2 ton. Kami yakin kebutuhan beras hingga tiga bulan ke depan, termasuk saat Nataru, akan terpenuhi,” jelas Arbai.
Baca juga : Dishub Kota Kediri Siapkan Layanan Transportasi Khusus untuk Pelajar Disabilitas
Selain itu, Arbai menambahkan bahwa untuk kebutuhan daging sapi di bulan September diperkirakan mencapai 98,4 ton, dengan surplus 15,0 ton. Kebutuhan daging ayam bulan ini mencapai 792,6 ton, dengan surplus 603,5 ton.
“Ketersediaan bahan pokok lainnya juga cukup memadai. Gula pasir tersedia 1.151,1 ton, kebutuhan September sebesar 713,3 ton, dengan surplus 437,2 ton. Ketersediaan telur ayam sebesar 5.269,4 ton dengan surplus 4.435,7 ton,” tambah Arbai.
Minyak goreng juga dipastikan cukup, dengan ketersediaan 2.268,8 liter, kebutuhan 1.862,9 liter, dan surplus 406,0 liter. Cabai rawit tersedia dalam jumlah besar, yakni 7.212,0 ton, dengan kebutuhan September sebesar 272,7 ton dan surplus 6.939,0 ton. Ketersediaan kedelai tercatat 1.288,4 ton, dengan kebutuhan 1.269,6 ton dan surplus 18,7 ton.
Baca juga : Menyongsong Pilkada 2024, FKUB Kota Kediri Gelar Dialog Kebangsaan dan Deklarasi Pemilu Damai
“Jagung tersedia sebanyak 22.648,4 ton, sementara kebutuhan September sebesar 19.928,9 ton, dengan surplus 2.719,5 ton. Berdasarkan hasil analisis, survei, monitoring, dan evaluasi di lapangan, ketersediaan bahan pokok hingga akhir tahun dipastikan mencukupi,” pungkas Arbai.***
Reporter : Wijayanto
Editor : Hadiyin





