Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Dua korban keracunan massal dari klaster Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Belang, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, masih menjalani perawatan intensif di RSU Aisyiyah. Kedua korban yang dirawat merupakan seorang ayah dan anak.
Salah satu korban, Elsa Fitria, mengungkapkan bahwa kondisinya saat pertama kali dibawa ke rumah sakit pada Jumat (31/1/2025) sangat lemas, mengalami mual, diare, serta demam tinggi hingga mengigau.
“Sekarang sudah mulai membaik, lemasnya berkurang. Awal masuk rumah sakit saya kedinginan, panas tinggi sampai mengigau, pusing, mual, dan diare,” tutur Elsa saat ditemui di rumah sakit.
Baca juga : Musim Hujan, Petani Cabai Kediri Waspadai Serangan Virus Gemini
Elsa menjelaskan bahwa gejala tersebut muncul setelah ia mengonsumsi sate kambing yang dibawa ibunya dari ponpes tempat ibunya bekerja.
“Sate itu dibawa pulang oleh ibu dari pondok pesantren di Desa Belang. Kami makan bersama-sama di rumah,” katanya.
Keracunan tidak hanya dialami Elsa, tetapi juga orang tua, kakak, keponakan, dan anggota keluarganya. Namun, sebagian besar hanya mengalami gejala ringan, sehingga tidak perlu menjalani rawat inap.
Baca juga : Satpol PP Kabupaten Kediri Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Jalan Soekarno-Hatta
“Semua yang makan sate kena. Tapi yang dirawat di rumah sakit hanya saya, bapak, ibu, dan keponakan. Sekarang ibu dan keponakan saya sudah pulang, tinggal saya dan bapak yang masih dirawat,” tambahnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah memeriksa 41 saksi, termasuk korban dan pemilik katering. Polisi juga masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang dikumpulkan dari dua lokasi keracunan, yakni di Desa Bondrang, Kecamatan Sawoo, dan Ponpes di Desa Belang, Kecamatan Bungkal.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti keracunan massal yang terjadi.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





