Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Kepolisian Resor Lamongan resmi menetapkan dua remaja, berinisial RW dan DP, sebagai tersangka dalam kasus tawuran yang menewaskan seorang pelajar di kawasan Jalan Raya Babat–Lamongan, tepatnya di Pertigaan Nawong, Desa Gembong, Kecamatan Babat, pada Sabtu dini hari (31/5/2025).
“Dua tersangka dalam kasus kekerasan bersama yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Kecamatan Babat telah kami tetapkan,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, Minggu (1/6/2025).
Keduanya kini telah diamankan di Rumah Tahanan Polres Lamongan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Meski dua pelaku utama telah ditangkap, penyelidikan terhadap kemungkinan keterlibatan pelaku lain masih terus berlangsung.
Baca juga : Sebanyak 84 Pengendara Terjaring Razia di Sekitar Pagora, Polres Kediri Kota Tindak Tegas Pelanggar
Penangkapan terhadap RW dan DP dilakukan kurang dari 24 jam setelah kejadian, oleh tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Babat dan Satreskrim Polres Lamongan. Kedua pelaku diketahui merupakan warga Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, dan sempat bersembunyi di rumah salah satu teman mereka.
Tawuran tersebut menyebabkan korban jiwa berinisial NFD (15), seorang pelajar asal Desa Sumengko, Kecamatan Kedungpring, meregang nyawa di lokasi akibat luka parah usai terkena sabetan senjata tajam jenis celurit.
Insiden berdarah itu bermula ketika pada Jumat malam (30/5/2025), korban bersama 15 rekannya berkonvoi menggunakan delapan sepeda motor dari Desa Sumengko menuju Café Mahkota Babat. Usai meninggalkan lokasi kafe sekitar pukul 00.30 WIB, mereka sempat melakukan aksi ugal-ugalan di jalan dengan menggeber motor.
Baca juga : SKKH Dapat Diperoleh Gratis di DKPP Kabupaten Kediri
Sesampainya di Simpang Tiga Mira, rombongan tersebut dihadang oleh sekelompok pemuda. NFD, yang berada di bagian belakang iring-iringan, menjadi korban serangan brutal. Meski sempat mencoba melarikan diri bersama rekannya, ia akhirnya meninggal dunia sekitar 150 meter dari lokasi kejadian akibat luka yang cukup parah.
Pihak kepolisian masih mendalami motif serta kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya dalam insiden tragis ini.***
Reporter : Suprapto
Editor : Hadiyin





