TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM – Getaran gempa bumi bermagnitudo 5,5 yang berpusat di Kabupaten Pacitan turut dirasakan hingga wilayah Kabupaten Tulungagung. Dampak gempa tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan sekolah dasar di Kecamatan Bandung.
Kerusakan dilaporkan terjadi di SD Negeri 1 Talunkulon, dengan tiga ruang kelas terdampak. Informasi tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmadji, usai pihaknya menerima laporan dari sekolah setempat.
“Gempa Pacitan kemarin berdampak ke Tulungagung. Satu sekolah yang terdampak adalah SD Negeri 1 Talunkulon dengan tiga ruang kelas mengalami kerusakan ringan,” ujar Sudarmadji, Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan laporan awal, ruang kelas 4, 5, dan 6 mengalami retakan pada dinding tembok dengan panjang sekitar 1 hingga 2 meter. Selain itu, lantai di ruang kelas 5 dan 6 dilaporkan bergeser sekitar satu sentimeter sepanjang kurang lebih 15 meter. Beberapa bagian plafon di ruang kelas tersebut juga mengalami ambrol.
Baca juga : DPMPTSP Kabupaten Kediri Dorong Investasi dengan Kemudahan Perizinan
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Tulungagung langsung melakukan asesmen lapangan pada Rabu (28/1/2026). Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kerusakan tambahan pada bangunan sekolah lainnya.
Sudarmadji menjelaskan, faktor usia bangunan turut mempengaruhi tingkat kerusakan yang terjadi, mengingat konstruksi sekolah tersebut merupakan bangunan lama. Meski demikian, hasil asesmen memastikan gedung sekolah masih layak dan aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Kami menilai kegiatan belajar mengajar masih bisa berjalan seperti biasa. Namun, untuk plafon yang sudah roboh, kami sarankan sisa plafon dilepas seluruhnya demi keamanan,” jelasnya.
Selanjutnya, BPBD Tulungagung akan berkoordinasi dengan Bupati Tulungagung terkait langkah perbaikan bangunan. Opsi pendanaan perbaikan akan dibahas, apakah menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tulungagung atau mengajukan bantuan ke BPBD Provinsi Jawa Timur.
Baca juga : SPPG Kedua Polres Kediri di Plosoklaten Resmi Berjalan, Layani Hingga 29 Sekolah
Meski saat ini kondisi bangunan masih dinilai aman, BPBD tetap mengimbau kewaspadaan, terutama jika terjadi gempa susulan. Pasalnya, lokasi sekolah berada di dataran rendah yang berpotensi berisiko apabila guncangan kembali terjadi.
“Untuk saat ini masih aman, namun jika terjadi gempa lagi tentu perlu diwaspadai. Kami akan berkoordinasi dengan Bupati apakah perbaikannya menggunakan APBD daerah atau bantuan provinsi, seperti penanganan sekolah di Kecamatan Kauman sebelumnya,” pungkas Sudarmadji.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





