Batu, LINGKARWILIS.COM – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Batu menggelar rapat koordinasi Tahap IV bertema “Merajut Kolaborasi Stakeholder dalam Kesiapan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.” Agenda ini digelar sebagai langkah antisipasi mengingat Kota Batu merupakan salah satu destinasi wisata favorit nasional.
Rapat yang dipimpin langsung Wali Kota Batu Nurochman, S.H., M.H., turut dihadiri Kabag Ops Polres Batu, Kadishub Hendry Suseno, serta Kepala Dinas PUPR, Pariwisata, dan Lingkungan Hidup. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis dan rencana mitigasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman mengapresiasi sinergi seluruh instansi dan menegaskan bahwa sebagai kota wisata, Kota Batu harus memiliki kesiapan ekstra menjelang musim liburan Nataru.
“Kondisi lalu lintas menjadi kesan pertama bagi wisatawan. Karena itu, ego sektoral harus ditanggalkan dan semua pihak wajib berkolaborasi. Wisata alam kita kini juga diminati turis mancanegara sehingga perlu promosi dengan pendekatan global,” ujar Nurochman, Kamis (04/12).
Baca juga :Pemkot Batu Kucurkan Bantuan Perbaikan RTLH untuk 79 Warga Penerima
Wali kota juga mengungkapkan rencana jangka panjang untuk mengurai kepadatan, termasuk pembukaan akses jalan baru melalui kerja sama dengan Perhutani. Jalur yang paling cepat direalisasikan adalah koridor Sukorejo – Lawang. Selain itu, ia menekankan pentingnya pembangunan parkir bertingkat dengan skema pembiayaan non-APBD serta penggunaan teknologi dalam sistem rekayasa lalu lintas.
Nurochman juga meminta seluruh pemangku kepentingan menghindari diksi “macet” dalam penyampaian informasi lalu lintas, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelancaran dan keamanan selama liburan Nataru.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Hendry Suseno, memperkirakan peningkatan arus kendaraan sebesar 19–20 persen pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Lonjakan tersebut dipengaruhi oleh adanya dua kali long weekend.
“Kami menyiapkan personel, sarana, dan prasarana secara optimal. Perlengkapan jalan akan kami maksimalkan selama operasi berlangsung,” katanya.
Baca juga : Warganet Ramai Pertanyakan Kehadiran Trans Jatim di Kediri Raya, Ini Penjelasan Resminya
Ia menambahkan bahwa Dishub akan melaksanakan ramp check di delapan titik untuk memastikan kelayakan angkutan umum. Pengaturan parkir juga akan diperketat, termasuk pemasangan gate parking di Alun-Alun, pengalihan SRP depan Bakso Kota menuju area parkir Alun-Alun, serta pemindahan parkir bus ke rest area.
Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim, S.Tr.K., S.I.K., memaparkan kesiapan pengamanan dengan menurunkan 293 personel, mendirikan 6 Pos Pengamanan serta 1 Pos Pelayanan, dengan Pos Yan Batos sebagai command center.
“Penindakan pelanggaran akan mengandalkan 10 titik ETLE statis dan 1 unit mobil. Rekayasa lalu lintas diterapkan secara bertahap mengikuti perkembangan di lapangan,” jelasnya.
Beberapa rekayasa yang disiapkan antara lain penanganan trouble spot, rekayasa volume kendaraan, contraflow dari P.3 Krematorium hingga SP.3 Dewi Sartika, serta one way di Jalan Ir. Soekarno dengan jalur alternatif Wukir atau Junrejo.
Ia menambahkan bahwa jika jumlah kendaraan di exit tol melewati 1.500 unit atau okupansi hotel mencapai 80 persen, maka langkah rekayasa lanjutan akan diterapkan, termasuk penutupan total ruas jalan sekitar Alun-Alun saat malam pergantian tahun.
AKP Kevin juga mengimbau PHRI dan pelaku usaha pariwisata untuk menyediakan kantong parkir tambahan guna mencegah parkir liar di bahu jalan.***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





