JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Hujan deras dengan intensitas bervariasi terus mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menandai masuknya masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan atau yang dikenal dengan pancaroba.
Hujan biasanya turun hampir setiap hari antara pukul 13.30 hingga 18.00 WIB dan melanda beberapa kecamatan, di antaranya Kesamben, Sumobito, Peterongan, Tembelang, Ploso, Mojoagung, hingga Ngusikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode pancaroba ini.
“Berdasarkan data dari BMKG, wilayah Jawa Timur, termasuk Jombang, saat ini berada dalam fase pancaroba. Kondisi ini ditandai dengan hujan tidak merata, mulai dari intensitas ringan hingga sangat lebat dalam durasi singkat,” jelas Wiku, Rabu (22/10/2025).
Baca juga : Diduga Kehilangan Traksi, Ambulans Asal Kediri Terlibat Kecelakaan di Tol Jomo
Ia menambahkan, perubahan tekanan udara pada masa pancaroba dapat memicu fenomena alam seperti angin kencang, hujan es, petir, hingga puting beliung. Karena itu, masyarakat diminta untuk selalu memantau kondisi cuaca sebelum beraktivitas di luar rumah.
“Jika hujan deras turun, sebaiknya hindari berkendara karena jarak pandang berkurang. Jangan pula berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame yang berisiko roboh,” pesannya.
Selain meningkatkan kewaspadaan, Wiku juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan di tengah perubahan musim dan segera melaporkan bila terjadi bencana atau dampak cuaca ekstrem kepada perangkat desa atau BPBD setempat.
Baca juga : DLHKP Kota Kediri Percantik Enam Taman, Setiap Lokasi Tawarkan Daya Tarik Berbeda
BPBD Jombang, lanjutnya, terus melakukan pemantauan harian terhadap prakiraan cuaca dari BMKG dan menyiagakan personel untuk merespons cepat apabila terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, atau angin kencang.
“Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan kewaspadaan bersama, potensi kerugian akibat bencana dapat ditekan,” pungkasnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





