Ponorogo, LINGKARWILIS.COM — Keluhan pengguna jalan terhadap kondisi Jalan Gajah Mada Ponorogo akhirnya mendapat kepastian tindak lanjut. Pemerintah Kabupaten Ponorogo memastikan ruas jalan tersebut akan segera diperbaiki melalui program pengaspalan ulang (overlay) pada awal tahun ini.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemkab Ponorogo mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Perbaikan akan difokuskan pada ruas sepanjang kurang lebih 550 meter, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur dengan kepadatan lalu lintas tinggi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo, menyampaikan bahwa seluruh perencanaan teknis telah rampung dan saat ini tinggal memasuki tahap lelang.
“Detail Engineering Design (DED) sudah selesai. Dalam waktu dekat kami mulai proses lelang agar pelaksanaan bisa segera dimulai,” ujarnya.
Baca juga : Kantor Satpol PP Kabupaten Kediri Pindah dari Museum Sri Aji Joyoboyo ke Eks Dispertabun
Menurut Jamus, pengaspalan ulang akan dilakukan secara menyeluruh mulai dari Simpang Ngepos hingga Perempatan Gerdon. Selain karena kondisi jalan yang telah lama mengalami kerusakan, tingginya volume lalu lintas harian menjadi alasan utama ruas ini diprioritaskan.
“Dengan tingkat LHR yang tinggi, kami lakukan full overlay di Jalan Gajah Mada,” jelasnya.
Pada tahun 2026, Pemkab Ponorogo mengalokasikan total Rp59 miliar DAU untuk peningkatan infrastruktur jalan. Namun, dari jumlah tersebut, hanya dua ruas jalan di kawasan perkotaan yang masuk dalam daftar pengerjaan, yakni Jalan Gajah Mada dan Jalan Basuki Rahmad.
“Sementara ruas lain seperti Jalan Batoro Katong, Ahmad Dahlan, dan Urip Sumoharjo belum bisa terakomodasi tahun ini,” tambah Jamus.
Meski demikian, DPUPKP Ponorogo masih membuka peluang tambahan anggaran melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat.
Baca juga : Pemkab Ponorogo Lanjutkan Pembangunan Kawasan MRMP, Anggaran Rp 6 Miliar Dialokasikan
“Keterbatasan APBD membuat kami harus mengusulkan ke pusat. Beberapa ruas lain kondisinya juga sudah cukup mendesak,” pungkasnya.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





