PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Misteri keberadaan terduga pelaku pembunuhan terhadap seorang janda bernama Nur Aini, warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, mulai menunjukkan titik terang. Polisi menduga pelaku berinisial A, yang tak lain merupakan anak kandung korban, telah melarikan diri usai kejadian.
Terduga pelaku diketahui menjadi orang terakhir yang berinteraksi dengan korban sebelum Nur Aini ditemukan meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah di rumahnya.
Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali mengungkapkan, hasil pengembangan penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku diduga kabur ke wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami memperoleh petunjuk bahwa posisi terakhir terduga pelaku berada di wilayah Gunungkidul,” ujar AKP Imam Mujali, Rabu (28/1/2026).
Baca juga : Hadapi Puncak Cuaca Ekstrem, DLH Kabupaten Kediri Petakan Jalur Pohon Rawan Tumbang
Informasi tersebut diperoleh dari laporan warga di kawasan Tebing Watusigar, Dusun Ngasem, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. Warga setempat mengaku sempat didatangi seorang remaja yang menitipkan sejumlah barang, termasuk sepeda motor, pisau, kapak, serta dua kunci gembok, kepada salah seorang warga.
“Setelah kami lakukan pengecekan, barang-barang yang dititipkan itu diduga kuat milik terduga pelaku. Ia sempat menitipkan motor dan tas dengan alasan akan melakukan perjalanan jauh, serta meminta agar barang tersebut diserahkan ke pihak kepolisian,” jelas Imam.
Dari lokasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sepeda motor, pisau, kapak, serta kunci gembok rumah korban. Berdasarkan dugaan sementara, senjata tajam yang diamankan tersebut berkaitan dengan aksi pembunuhan terhadap korban.
Baca juga : Baznas Ponorogo Himpun ZIS Rp 8,9 Miliar Sepanjang 2025, Plt Bupati Sampaikan Apresiasi
“Kami mengamankan barang bukti dari Gunungkidul berupa pisau dan kapak yang diduga digunakan pelaku dan disimpan di dalam tas,” tegasnya.
Meski sejumlah barang bukti telah ditemukan, hingga kini polisi masih terus melakukan pencarian intensif terhadap terduga pelaku yang keberadaannya belum diketahui secara pasti.
“Proses pencarian masih terus kami lakukan,” pungkas AKP Imam Mujali.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





