Jombang, LINGKARWILIS.COM β Panitia lokal terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27β31 Agustus 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar apel siaga panitia di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said, Rabu (22/7/2026).
Sebanyak 2.000 personel panitia lokal disiapkan untuk mendukung kelancaran forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Mereka akan bertugas di berbagai bidang selama rangkaian muktamar berlangsung.
Apel siaga diikuti unsur pengamanan internal pesantren, Liaison Officer (LO), petugas akomodasi, parkir, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), MWC NU, hingga GASMI. Kegiatan itu juga dihadiri Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang memberikan arahan kepada seluruh personel.
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan apel siaga digelar untuk memastikan seluruh panitia memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing sebelum pelaksanaan muktamar.
Baca juga :Β Rem Blong di Jogoroto Jombang, Truk Tabrak Motor dan Pejalan Kaki, Dua Tewas Enam Luka
“Masih ada sekitar 35 hari menuju pelaksanaan muktamar. Kami menyiagakan sekitar 2.000 panitia lokal. Apel ini juga untuk memastikan koordinasi berjalan baik sehingga setiap bidang memahami tugasnya,” ujar Gus Rozaq kepada awak media.
Menurutnya, apel serupa akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembekalan sekaligus penyamaan persepsi antarpersonel. Sementara itu, progres pembangunan sarana dan prasarana telah mencapai sekitar 70 persen.
Saat ini, panitia memfokuskan pekerjaan pada penyelesaian area parkir dan kawasan bazar yang ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan. Lahan parkir seluas kurang lebih tiga hektare di sisi timur kompleks pesantren masih dalam tahap pengurukan guna mempercepat proses pembangunan.
Selain itu, panitia juga menyiapkan dapur umum seluas sekitar 2.000 meter persegi dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Fasilitas tersebut disediakan tidak hanya untuk kebutuhan panitia, tetapi juga bagi rombongan penggembira yang hadir meski tidak terdaftar sebagai peserta resmi.
“Peserta resmi tetap mendapatkan layanan katering tiga kali sehari. Sedangkan rombongan yang datang untuk menyemarakkan muktamar juga kami upayakan mendapat pelayanan dasar seperti minuman hangat dan sarapan,” katanya.
Baca juga : Tekan Kebocoran Retribusi, Pemkab Kediri Perluas Digitalisasi Pasar Rakyat di Lima Pasar Tradisional
Aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama mengingat jumlah tamu yang diperkirakan mencapai sekitar 200 ribu orang. Untuk mendukung pengawasan, panitia memasang sekitar 400 kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis.
Sebanyak 50 unit CCTV ditempatkan di ruas jalan kawasan pesantren guna memantau arus kendaraan dan mobilitas pengunjung. Sementara ratusan kamera lainnya dipasang di gedung utama, termasuk ruang sidang dan lokasi komisi.
“Total ada sekitar 400 CCTV yang tersebar di enam titik strategis. Seluruhnya terhubung dengan sistem pemantauan selama 24 jam sehingga setiap aktivitas keluar-masuk area dapat diawasi,” terang Gus Rozaq.
Pengamanan juga diperkuat dengan melibatkan personel gabungan dari unsur pengamanan internal pesantren, Banser, GASMI, Pagar Nusa, serta aparat Polri dan TNI. Menurut Gus Rozaq, sistem keamanan dirancang lebih optimal karena jumlah pengunjung selama muktamar diperkirakan jauh lebih besar dibanding aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren.
“Karena itu, sistem pengawasan elektronik dipadukan dengan pengamanan personel di lapangan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib,” jelasnya.
Terkait registrasi peserta maupun bakal calon pengurus, Gus Rozaq menegaskan seluruh proses berada di bawah kewenangan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Panitia lokal hanya bertanggung jawab menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari penginapan, sarana MCK, transportasi, hingga layanan kesehatan.
Berdasarkan data dari PBNU, peserta resmi yang memperoleh mandat dari PCNU maupun PWNU diperkirakan berjumlah sekitar 3.300 orang. Selain itu, muktamar juga akan dihadiri delegasi internasional melalui Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU), di antaranya dari Maroko, Mesir, Suriah, Arab Saudi, dan Nigeria.
“Kami juga menyiapkan kebutuhan akomodasi bagi tamu dari luar negeri. Untuk data kedatangan maupun registrasi seluruhnya tetap menunggu informasi resmi dari PBNU,” pungkasnya. ***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin
