PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Harapan keluarga almarhum Sakti Ramadhani Saputro, warga Desa Wotan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, untuk memulangkan jenazah akhirnya terwujud. Sakti, seorang peserta magang berusia 20 tahun, meninggal dunia dalam kecelakaan kerja di Prefektur Fukuoka, Jepang.
Jenazahnya dijadwalkan tiba di Indonesia pada Rabu (23/7/2025), setelah menjalani proses administrasi pemulangan dari Jepang.
Kepala Bidang Pemberdayaan TKI dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Ponorogo, Muhrodi, mengatakan bahwa jenazah akan singgah terlebih dahulu di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebelum diberangkatkan ke Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, pada keesokan harinya.
“Prosesi pemulasaraan jenazah akan dilakukan di Yogyakarta, dan diperkirakan tiba di Ponorogo pada malam hari,” ujar Muhrodi.
Baca juga : Ratusan Penari Pecut Warnai Grebeg Suro dan Hari Jadi ke-1143 Kota Kediri di Kampung Pecut
Ia menambahkan, dalam insiden yang merenggut nyawa dua pekerja termasuk Sakti, pihak perusahaan di Jepang telah menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh. Sementara itu, lembaga penyalur kerja (LPK) juga sedang mengurus pencairan asuransi bagi ahli waris.
“Proses administrasi masih berjalan. Kami berupaya agar seluruh hak almarhum bisa diterima oleh keluarganya,” jelasnya.
Muhrodi menjelaskan bahwa Sakti berangkat ke Jepang sebagai peserta program pemagangan dengan visa technical intern training (TIT), yang berarti tidak termasuk dalam skema perlindungan BPJS Ketenagakerjaan seperti pekerja migran reguler.
“Kami terus berkomunikasi dengan LPK dan pihak perusahaan untuk memantau perkembangan pemulangan jenazah,” imbuhnya.
Hingga kini, Dinas Tenaga Kerja belum mendapatkan laporan resmi terkait penyebab kecelakaan kerja tersebut. Namun, informasi sementara menyebutkan ledakan pipa menjadi pemicu robohnya bangunan tua tempat Sakti bekerja.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Pemkab siap memberikan pendampingan kepada keluarga korban,” tutup Muhrodi.***
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





