LINGKARWILIS.COM – Berdasarkan data yang dihimpun Pengadilan Agama (PA) Kota Malang, kasus perceraian di Kota Batu mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2021 tercatat 534 kasus perceraian, kemudian pada 2022 menurun menjadi 474 kasus, lalu di tahun 2023 menurun lagi menjadi 440, dan pada 2024 sekitar 404 kasus.
Dari total perceraian yang terjadi sepanjang 2024, sebanyak 298 kasus merupakan cerai gugat dan 10 kasus cerai talak. Meski angka tersebut mengalami penurunan tetapi jumlahnya masih cukup tinggi mengingat Kota Batu hanya memiliki tiga kecamatan.
Sepanjang 2024, ratusan kasus perceraian tercatat dan telah diputuskan oleh PA Kota Malang. Mayoritas kasus yang terjadi merupakan cerai gugat yakni perceraian yang diajukan oleh istri terhadap suami.
Penyebaran PMK di Kota Batu Makin Meningkat, Peternak Terpaksa Potong Paksa Sapi!
“Jumlah kasus perceraian setiap tahunnya terus mengalami penurunan. Berdasarkan data yang kami miliki, terlihat penurunan jumlah kasus perceraian terus terjadi sejak tahun 2021 sampai 2024,” ujar Panitera Muda Hukum PA Kota Malang, Happy Agung Setiawan, Kamis (13/02).
Ia menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kasus perceraian di Kota Batu didominasi oleh cerai gugat.
“Untuk Kota Batu, beberapa tahun terakhir ini didominasi cerai gugat,” imbuhnya.
Sebagai informasi, cerai gugat merupakan gugatan perceraian yang diajukan oleh pihak istri, sedangkan cerai talak diajukan oleh pihak suami.
Gelapkan Mobil Rental, Wanita di Jombang Dibekuk Polisi!
Happy Agung juga mengungkapkan bahwa faktor penyebab perceraian di Kota Batu beragam mulai dari perselingkuhan, kebiasaan mabuk, kecanduan judi, poligami, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kondisi fisik yang mengalami cacat, hukuman penjara, pernikahan paksa, pindah agama hingga masalah ekonomi.
“Masalah-masalah tersebut kerap didampingi dalam sidang cerai oleh pasangan,” katanya.
Hingga saat ini, Kota Batu masih belum memiliki Pengadilan Agama (PA) sendiri dan masih bergabung dengan PA Kota Malang.
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





