Keluhan Bau Menyengat Diduga Limbah Cair Dapur MBG Ditindaklanjuti, SPPG Tumenggungbaru Rutin Rawat IPAL

Keluhan Bau Menyengat Diduga Limbah Cair Dapur MBG Ditindaklanjuti, SPPG Tumenggungbaru Rutin Rawat IPAL
IPAL pengolahan limbah milik SPPG Temenggungbaru Yayasan Darusalam.(Foto: Suprapto)

Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Keluhan warga mengenai dugaan limbah cair berwarna hitam disertai bau menyengat yang disebut berasal dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Tumenggungbaru, Kabupaten Lamongan, langsung mendapat tindak lanjut dari pihak pengelola.

Keluhan tersebut berkaitan dengan saluran pembuangan di sekitar dapur SPPG Tumenggungbaru yang berada di kawasan depan KUD, Jalan Pahlawan, Lamongan. Pihak SPPG bersama Yayasan Darusalam kemudian melakukan pengecekan langsung di sejumlah titik saluran.

Dari hasil pemeriksaan, pihak pengelola menyatakan siap menindaklanjuti masukan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kondisi lingkungan sekaligus memastikan pelaksanaan program MBG tetap berjalan sesuai ketentuan dan memenuhi standar baku mutu lingkungan.

Perwakilan Yayasan Ponpes Darusalam, Kyai Abdul Chamid, mengatakan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digunakan dapur SPPG Tumenggungbaru selama ini mendapat pemeliharaan secara berkala.

Baca juga :Β Yes Cup 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Pecinta Tenis Lamongan di HUT ke-81 RI

“Maaf, sebelumnya kita sudah lakukan pemeliharaan IPAL secara rutin. Sejauh ini belum ada komplain resmi dari masyarakat, khususnya lewat RT/RW,” ujar Kyai Abdul Chamid, Senin (17/8/2026).

Saat pengecekan dilakukan pada saluran di sebelah selatan dapur, kondisi saluran disebut relatif bersih. Tim juga tidak menemukan sampah maupun aroma menyengat di lokasi tersebut.

“Kondisinya relatif bersih dan tidak ada sampah,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi berbeda ditemukan pada saluran di sisi utara. Saluran tersebut terlihat kotor karena terdapat ranting dan sampah yang menyumbat aliran. Kondisi itu menyebabkan tidak adanya aliran air sehingga muncul aroma yang menyerupai bau got.

“Tidak ada aliran air, muncul bau seperti bau got pada umumnya. Bukan bau limbah dapur,” jelas Kyai Chamid.

Baca juga :Β Rasya Dikukuhkan Jadi Paskibraka Kabupaten Kediri Tanpa Kehadiran Orang Tua

Meski demikian, pihak yayasan menyatakan tetap terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan masyarakat. Keluhan warga akan menjadi bahan evaluasi untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan.

“Masukan warga tetap kami tindak lanjut sesuai keluhan,” tambahnya.

Kyai Chamid menjelaskan, IPAL di dapur SPPG Tumenggungbaru telah dilengkapi sejumlah tahapan pengolahan limbah. Sistem tersebut meliputi grease trap, bak ekualisasi, biofilter anaerob, reaktor aerob, sedimentasi, filtrasi hingga disinfeksi.

Kapasitas pengolahan limbah juga disebut telah disesuaikan dengan kebutuhan operasional dapur. Fasilitas tersebut dilengkapi ventilasi gas dan pengujian baku mutu dilakukan secara berkala.

Setelah dilakukan pengecekan dan penanganan di lokasi, pihak pengelola berharap langkah tersebut dapat memberikan kepastian sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat sekitar. Penanganan keluhan juga diharapkan mendukung keberlangsungan program MBG agar tetap berjalan sesuai standar dan ketentuan lingkungan yang berlaku.***

Reporter: Suprapto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *