LINGKARWILIS.COM – Keluarga korban mutilasi yang ditemukan di Jombang tak menyangka bahwa sosok yang menjadi korban adalah saudara kandungnya. Korban yang diketahui berinisial AS dikenal memiliki kepribadian tertutup dan terakhir kali berpamitan kepada orang tua sebelum akhirnya menghilang.
Kesaksian tersebut disampaikan oleh kakak kandung korban, Yusuf Dedi (42) usai prosesi pemakaman. Yusuf mengungkapkan bahwa adiknya, Agus Sholeh (AS) memang pribadi yang pendiam dan jarang berbicara di rumah.
“Almarhum ini orangnya pendiam, tertutup, hampir tidak pernah berbicara kalau di rumah. Kalau bicara pun hanya ketika ada keperluan saja,” ujar Yusuf saat ditemui pada Rabu (19/2) sore.
Yusuf terakhir kali bertemu dengan adiknya pada Sabtu, 8 Februari di tempat kerja. Saat itu, AS sempat pulang ke rumah dan berpamitan kepada ibunya sebelum pergi lagi. Sejak saat itu, keluarga tidak pernah bertemu dengannya hingga akhirnya dikejutkan oleh kabar mengenai korban mutilasi di Jombang.
WCC Jombang Desak Pemerintah Segera Wujudkan Kebijakan Ramah Difabel
“Terakhir ketemu di tempat kerja hari Sabtu. Saya tidak tahu kapan dia pulang ke rumah, tapi kata ibu, dia sempat pamit keluar. Setelah itu, tidak kembali sampai sekarang,” tambahnya.
Kebenaran identitas AS sebagai korban mutilasi semakin diperkuat setelah pihak kepolisian mendatangi rumah keluarga. Polisi juga mengonfirmasi keberadaan kendaraan dan ponsel korban. Yusuf mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa adiknya meninggal dengan cara yang begitu tragis.
“Kami tahu dari polisi yang datang ke rumah, membicarakan soal sepeda motor dan ponsel korban. Katanya, pelaku kemungkinan adalah teman lama AS saat bekerja di pabrik kayu lapis (plywood). Tapi kami tidak tahu pasti, karena kami sendiri tidak mengenal teman yang dimaksud,” jelasnya.
Dana Desa Tahap Pertama di Tulungagung Cair, Realisasi Capai Rp 1,53 Miliar
Selain itu, Yusuf juga menerima informasi dari kepolisian bahwa sebelum kejadian, korban dan pelaku sempat terlibat perkelahian. Namun, keluarga belum mengetahui penyebab pasti dari pertikaian tersebut.
“Polisi bilang tadi, katanya sempat berkelahi. Kami hanya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Jujur, kami sangat kecewa dengan kejadian ini,” tutupnya. (ag/st2)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





