Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Jika biasanya lele hanya dinikmati dengan cara digoreng atau dibakar, lain halnya dengan Asri Ananda. Warga Desa Siman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo itu mampu menyulap ikan air tawar tersebut menjadi beragam hidangan modern yang sukses menarik minat pasar.
Perempuan berusia 52 tahun itu mengolah daging lele menjadi siomay, wonton, nugget, sate lilit, hingga camilan mini crispy. Sebagian produknya juga dikemas sebagai frozen food sehingga lebih praktis dikonsumsi.
“Awalnya tahun 2013 hanya coba-coba, dulu pakai daging ayam. Lalu saya beralih ke lele supaya menunya lebih sehat dan variatif,” tutur Asri saat ditemui, Jumat (12/9/2025).
Tantangan terbesar, menurutnya, ada pada bau lumpur khas lele. Untuk menyiasatinya, ia melakukan proses filet agar daging terpisah dari kulit, lalu mengombinasikannya dengan bumbu aromatik serta sayuran segar.
Baca juga : Santri Ponpes Al-Hasun Kota Kediri Nikmati Program Makan Bergizi Gratis
“Kalau hanya digoreng, orang bisa cepat bosan. Jadi saya buat variasi baru, sekaligus trik agar anak-anak mau makan sayur, karena sayuran kami campurkan ke dalam olahan lele,” jelas ibu dua anak ini.
Inovasi itu terbukti berhasil. Produk Asri tidak hanya digemari anak-anak, tetapi juga diminati kalangan ibu rumah tangga. Kini, omzet penjualannya mampu menembus Rp80 juta setiap bulan.
“Alhamdulillah, yang penting jaga kualitas. Untuk bahan baku saya kerja sama dengan peternak lele lokal, jadi sama-sama terbantu,” katanya.
Salah satu pelanggan, Titik Sri, mengaku rutin membeli produk Asri. Menurutnya, cita rasa yang dihasilkan berbeda dari lele goreng biasa.
Baca juga : Persik Kediri Amankan Kemenangan 2-1 atas Malut United
“Kalau digoreng luarnya crispy, dalamnya lembut. Tidak bau, bumbunya pas, cocok sekali buat bekal anak sekolah,” ujarnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin






