LINGKARWILIS.COM – Para penikmat kuliner, khususnya penggemar sate kini dapat menemukan pengalaman rasa yang berbeda di Jombang. Warung Joglo yang berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono, Desa Sengon, Kecamatan Jombang menghadirkan Sate Kronyos hidangan khas Yogyakarta yang terbuat dari lemak sapi.
Berbeda dengan sate pada umumnya, Sate Kronyos menyajikan sensasi gurih dan kenyal yang unik. Potongan lemak sapi tanpa campuran daging dipotong dadu kecil, kemudian ditusuk dan dipanggang di atas bara arang sambil terus dikipas secara manual. Teknik ini menghasilkan aroma khas yang menggoda serta tekstur lembut saat disantap.
“Ini sate lemak, tapi rasanya nikmat dan nggak bau. Masih terasa gurih seperti ada sensasi dagingnya. Saya tahu tempat ini dari medsos,” ujar Adi Rosul, pelanggan yang baru pertama kali mencicipinya pada Jumat (9/5/2025).
Kenikmatan Sate Kronyos semakin lengkap saat disantap bersama bumbu kacang dan irisan bawang merah, serta bisa dipadukan dengan gulai jeroan sapi — kombinasi favorit dari deretan menu tradisional yang tersedia di Warung Joglo.
Buruh Tani Lansia di Batu Meninggal di Rumah, Obat Sakit Kepala Jadi Petunjuk
Pemilik usaha, Joko Hermanto, mengatakan bahwa menu ini mampu terjual 30 hingga 40 porsi setiap hari. “Baru buka sekitar lima bulan, alhamdulillah respons pelanggan sangat bagus. Satu porsi isi lima tusuk dibanderol hanya Rp12 ribu,” ungkapnya.
Selain sate lemak, Warung Joglo juga menyediakan sate daging biasa dengan harga Rp18 ribu dan sate daging spesial seharga Rp25 ribu. Semua varian sate menggunakan bagian terbaik sapi seperti lulur demi menjaga kualitas rasa dan tekstur.
Menurut Joko, kehadiran kuliner ini menjadi yang pertama di Jombang. “Biasanya hanya ada di Jogja atau Jawa Tengah. Di Jombang belum ada. Saya ingin bawa pengalaman baru ke lidah warga sini,” jelasnya.
Dengan inovasi ini, Joko mampu memperoleh omzet harian hingga Rp2,5 juta. Bagi masyarakat yang penasaran dengan rasa khas dan sensasi gurih dari lemak sapi bakar, Warung Joglo bisa menjadi destinasi kuliner yang patut dikunjungi.(ag)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





