RAMALLAH, LINGKARWILIS.COM β Pemukim Israel dilaporkan membakar lahan pertanian milik warga Palestina di Desa Al-Mughayyir, sebelah timur laut Ramallah, pada Selasa (27/5). Peristiwa ini menambah deretan aksi kekerasan terhadap warga sipil di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Dilansir dari laman kantor berita Palestina, Wafa, Amin Abu Aliya, Kepala Dewan Desa Al-Mughayyir mengatakan wilayah pertanian di kawasan dataran timur sengaja dibakar oleh kelompok pemukim. Tanaman warga rusak parah akibat api yang merambat cepat.
Ia menambahkan, pasukan militer Israel kemudian masuk ke area tersebut, bukan untuk mencegah pembakaran, melainkan memberi perlindungan kepada para pelaku dan menghalangi penduduk desa yang berupaya memadamkan api.
Baca juga :Β WHO : Lebih dari Separuh Stok Alat Medis di Gaza Habis
Sebelumnya, pada Selasa sore, warga desa sempat menggagalkan upaya pembakaran lainnya di sisi timur desa, saat kelompok pemukim berusaha membakar lahan pertanian namun berhasil dipukul mundur oleh warga.
Tak hanya itu, pada pagi harinya, kebakaran juga dilaporkan terjadi di antara Desa Al-Mughayyir dan Abu Falah. Sehari sebelumnya, lahan di dekat Desa Kafr Malik turut menjadi sasaran.
Insiden serupa beberapa hari lalu terjadi di wilayah Marj Sa’i, yang berada di antara Al-Mughayyir dan Abu Falah. Di sana, pemukim yang dikawal tentara Israel membakar area pertanian yang luas.
Tindak kekerasan semacam ini, termasuk pembakaran rumah dan masjid, pencabutan pohon zaitun, hingga serangan fisik terhadap warga sipil Palestina, kerap terjadi di Tepi Barat tanpa tindakan hukum terhadap para pelaku dari otoritas Israel.
Hingga kini, sekitar satu juta pemukim Israel tinggal di wilayah koloni yang dibangun secara ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, melanggar ketentuan hukum internasional.***
Editor : Hadiyin






