BLITAR, LINGKARWILIS.COM — Periode libur Lebaran 2025 dimanfaatkan secara maksimal oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk mengeksplorasi berbagai destinasi di Kabupaten Blitar. Lonjakan kunjungan terlihat merata di berbagai titik wisata, dari wisata pantai hingga wahana edukatif.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, Yanti Solikah, mengungkapkan bahwa total kunjungan wisata selama masa libur yang berlangsung sejak 22 Maret hingga 7 April 2025 mencapai 142.519 orang. Angka ini hanya sedikit berbeda dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 142.989 pengunjung.
“Setiap tahun, terutama saat momen Lebaran, destinasi unggulan di Kabupaten Blitar selalu dibanjiri wisatawan. Baik wisata buatan maupun alam mendapat antusiasme tinggi,” jelas Yanti, Selasa (15/4/2025).
Baca juga : Lewat “Nglencer Neng Pendopo”, Bupati Kediri Tegaskan Komitmen untuk Pemerintahan Inklusif
Dalam catatan Disbudpar, sepuluh destinasi mencatat jumlah pengunjung tertinggi. Kampung Coklat di Kecamatan Kademangan kembali menempati posisi teratas dengan 19.734 kunjungan.
Menyusul di urutan kedua, Pantai Tambakrejo di Kecamatan Wonotirto mencatat 14.502 wisatawan, dan di posisi ketiga ada Pantai Serang di Kecamatan Panggungrejo dengan 6.438 pengunjung—angka yang masih mungkin bertambah karena data belum sepenuhnya terhimpun.
Selain itu, destinasi seperti Sumur Amber di Kecamatan Srengat menarik 5.046 wisatawan. Candi Penataran, situs sejarah ikonik di Kecamatan Nglegok, dikunjungi 4.579 orang.
Baca juga : Mengenal Getuk Lindri dan Sego Tiwul, Makanan Khas Kediri yang Mendapat Sertifikasi HAKI
Lalu, Pantai Serit menyumbang 4.501 pengunjung, diikuti Kebun Teh Sirah Kencong (4.448), Blitar Park (4.034), Pantai Pasir Putih Gondo Mayit (3.674), dan Pendapa Ageng Rest Area Hand Asta Sih (2.927).
“Kami akan terus mengupayakan pelayanan dan promosi wisata agar Blitar semakin diminati sebagai destinasi liburan utama, termasuk saat hari-hari besar keagamaan,” pungkas Yanti.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





