Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tulungagung untuk sementara menghentikan aktivitas selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut berdampak pada ribuan relawan tenaga kerja yang harus dirumahkan hingga operasional kembali dibuka.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung, Sebrina Mahardika, menjelaskan bahwa penghentian sementara operasional dapur SPPG mulai diberlakukan sejak Senin (22/6/2026). Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026.
Menurutnya, penghentian kegiatan dapur SPPG dilakukan selama masa libur sekolah dan akan berlangsung hingga dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
“Sesuai surat edaran Kepala BGN, operasional dapur SPPG dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Di Tulungagung, penghentian ini berlangsung selama tiga minggu,” ujar Sebrina, Kamis (25/6/2026).
Data BGN mencatat terdapat 129 dapur SPPG yang selama ini melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung. Setiap dapur rata-rata mempekerjakan sekitar 48 relawan tenaga kerja untuk mendukung proses produksi hingga distribusi makanan.
Dengan jumlah tersebut, total tenaga kerja yang terdampak penghentian operasional sementara mencapai sekitar 6.192 orang.
“Jumlah relawan tenaga kerja yang terdampak dan sementara dirumahkan selama penutupan operasional ini mencapai lebih dari enam ribu orang,” jelasnya.
Sebrina menambahkan, selama masa penghentian operasional, para relawan tidak menjalankan aktivitas kerja sehingga tidak menerima penghasilan dari kegiatan di dapur SPPG.
Meski demikian, kebijakan tersebut bersifat sementara dan akan berakhir setelah masa libur sekolah selesai.
Baca juga :Terduga Pelaku Arisan Online dan Investasi Bodong Diamankan ke Polres Kediri
“Operasional SPPG direncanakan kembali berjalan pada 13 Juli 2026 bersamaan dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru,” pungkasnya.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





