JOMBANG, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 25 kiai pendiri Nahdlatul Ulama (NU) diabadikan dalam sebuah karya lukisan monumental oleh seniman J. Hasanto. Lukisan bertajuk “25 Kiai Muassis NU” tersebut akan menjadi salah satu karya yang dipamerkan dalam rangka menyambut Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.
Pameran seni dijadwalkan mulai dibuka pada 20 Agustus 2026, lebih awal sebelum pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Lukisan tersebut menampilkan sosok sejumlah ulama yang memiliki peran penting dalam sejarah berdirinya NU. Tiga di antaranya merupakan ulama asal Jombang, yakni KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri.
Selain ketiga tokoh tersebut, karya itu juga menampilkan KH As’ad Syamsul Arifin bersama sejumlah kiai lain yang turut memberikan kontribusi dalam perjalanan sejarah NU.
Baca juga : Persiapan Muktamar NU Tembus 50 Persen, Gus Ipul Optimistis Jombang Siap 17 Hari Lagi
Hasanto mengerjakan lukisan tersebut menggunakan cat minyak di atas kanvas berukuran 250 x 120 sentimeter. Setelah diberi bingkai, ukuran keseluruhan karya mencapai 277 x 147 sentimeter.
Menurut Hasanto, lukisan tersebut tidak sekadar dibuat untuk menghadirkan nilai estetika. Ia ingin karya tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan kembali para pendiri NU kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami berharap banyak warga NU bisa melihat lukisan tersebut untuk mengenal para kiai pendiri NU yang ternyata jumlahnya banyak,” ujar Hasanto kepada awak media, Kamis (13/8/2026).
Pameran akan digelar di halaman depan rumah mantan Bupati Jombang Mundjidah Wahab, tepat di depan Pondok Pesantren Al Wahabiyyah 1 dan Al Lathifiyyah 2 Tambakberas.
Sekitar 100 lukisan disiapkan untuk dipamerkan. Karya-karya tersebut mengangkat tema NU dan Islam, termasuk kaligrafi serta lukisan sejumlah tokoh nasional.
Baca juga : Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Kediri Gelar Doa Bersama Lintas Agama
“Nanti ada sekitar 100 lukisan disiapkan untuk dipamerkan, mengangkat tema NU dan Islam, termasuk kaligrafi serta lukisan sejumlah tokoh nasional,” imbuhnya.
Dalam pameran tersebut, Hasanto berkolaborasi dengan dua seniman lain, yakni Kholison Syafi’i dari Semarang dan Riyanto dari Demak.
Selain pameran, Hasanto juga menyiapkan lelang secara daring untuk 10 karya terbaik. Salah satunya lukisan “25 Kiai Muassis NU”, lukisan sejumlah pendiri NU, serta dua karya kaligrafi yang dibuat menggunakan kain perca.
Hasanto sendiri dikenal sebagai seniman yang kerap mengangkat tokoh serta sejarah ulama melalui karya-karyanya. Ia pernah melukis KH Hasan Gipo dan mendapat kepercayaan dari keluarga besar atau dzuriyah untuk melukis Syaikhona Kholil Bangkalan.
“Pernah melukis KH Hasan Gipo dan mendapat kepercayaan dari keluarga besar atau dzuriyah untuk melukis Syaikhona Kholil Bangkalan,” terangnya.
Melalui pameran tersebut, Hasanto berharap karya seni tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana merawat ingatan sejarah dan mengenalkan perjuangan para ulama kepada masyarakat luas.
Rombongan seniman dijadwalkan berangkat menuju Tambakberas pada 18 Agustus 2026. Setelah seluruh karya dan perlengkapan tiba, pameran akan mulai dibuka pada 20 Agustus 2026.***
Reporter: Taufiqur Rachman
Editor : Hadiyin





