KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor peternakan, khususnya budidaya sapi perah. Ia menyambut positif rencana investasi dari pengusaha lokal yang akan mendirikan peternakan sapi perah berskala besar di Kabupaten Kediri.
Rencana ini dianggap sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi susu nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru, terutama bagi masyarakat kurang mampu.
“Pemkab Kediri sangat mendukung. Apalagi kalau tenaga kerjanya berasal dari warga miskin, tentu ini akan sangat membantu,” ujar Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, usai menggelar pertemuan dengan Kementerian Pertanian dan perwakilan investor di Kantor Pemkab Kediri, Jumat (4/7/2025).
Pertemuan tersebut juga dihadiri Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, serta manajemen PT IBS Farm dari Kecamatan Plosoklaten. Mas Dhito menyebutkan bahwa program investasi ini mendukung target prioritas pemerintah daerah di periode keduanya, yaitu percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Baca juga : Kabupaten Kediri Naik Peringkat di Porprov Jatim IX 2025, Perolehan Medali Emas Meningkat Tajam
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan dari jajaran Pemkab terhadap proses perizinan agar rencana investasi tidak terhambat oleh kendala administratif. “Kita tidak boleh kehilangan momentum. Investor sudah siap, jangan sampai terhambat hanya karena urusan dokumen,” tegasnya.
Dari sisi pemerintah pusat, Makmun menyoroti urgensi pengembangan peternakan sapi perah karena produksi susu dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. “Saat ini produksi kita baru mencapai sekitar satu juta ton per tahun, padahal kebutuhan nasional sekitar 4,7 juta ton. Artinya masih banyak yang harus diimpor,” jelasnya.
Menurutnya, Jawa Timur menjadi kunci karena memiliki 60 persen populasi sapi perah nasional. Kehadiran investor seperti PT IBS Farm sangat strategis dalam mendukung swasembada susu.
PT IBS Farm sendiri berencana mengembangkan peternakan hingga mencapai 3.000 ekor sapi perah secara bertahap. Untuk tahap awal, sebanyak 500 ekor akan didatangkan dari Australia pada 2025. Sebanyak 100 ekor pertama kini telah tiba dan sedang menjalani masa karantina sebelum dikirim ke lokasi peternakan.
Baca juga : Razia Gabungan di Kota Kediri Jaring Ratusan Pelanggar, Didominasi Sepeda Motor
Muhammad Rofiq, pemilik PT IBS Farm, menegaskan bahwa pihaknya serius menjalankan proyek ini, sebagaimana yang telah dilakukan dalam bisnis sapi pedaging. Ia juga menegaskan bahwa prioritas tenaga kerja akan diberikan kepada warga miskin di sekitar lokasi peternakan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mendapatkan data warga kurang mampu yang bisa kami pekerjakan,” tuturnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pusat, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan serta penguatan ketahanan pangan nasional melalui produksi susu lokal.***
Editor: Hadiyin






