Menu MBG Selama Ramadan di Tulungagung Dipersoalkan, Dinilai Tak Sesuai Standar BGN

Menu MBG Selama Ramadan di Tulungagung Dipersoalkan, Dinilai Tak Sesuai Standar BGN
Jatah menu MBG yang menuai polemik bagi orang tua siswa di Tulungagung lantaran dianggap tidak layak dan tidak memenuhi standar gizi (istimewa)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung selama Ramadan menuai sorotan. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan kualitas dan kelayakan menu yang dibagikan. Bahkan, salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut meminta penerima manfaat untuk berpindah layanan usai menyampaikan kritik.

Pantauan di lapangan menunjukkan keluhan tidak hanya beredar dari percakapan antarwarga, tetapi juga ramai diperbincangkan di media sosial. Mayoritas warganet menilai menu MBG yang diterima anak-anak belum mencerminkan standar makanan bergizi.

Herlambang Efendi, warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung Kota, mengaku ketiga anaknya yang bersekolah di tempat berbeda menerima paket MBG dengan komposisi yang tidak seragam. Putranya yang bersekolah di SD Negeri 1 Botoran menerima paket untuk tiga hari sekaligus dari SPPG Sembung. Isi paket tersebut antara lain dua roti, dua susu kemasan, empat telur puyuh, satu telur ayam, satu buah pir, dan satu jeruk.

Baca juga : Kas Keliling BI Kediri Diserbu, Ratusan Warga Ponorogo Antre Sejak Pagi

Sementara itu, anaknya yang bersekolah di SMA Negeri 1 Kedungwaru hanya memperoleh jatah satu hari dari SPPG Ketanon berupa satu telur ayam, satu jajanan pasar, dan dua nugget.

“Yang paling minim diterima anak saya di SD Negeri 1 Kampungdalem. Hanya satu telur asin, satu susu kotak, dan satu jeruk,” ujar Herlambang, Selasa (24/2/2026).

Ia juga menyoroti pengemasan makanan yang disebut menggunakan kantong plastik polos, bukan tas khusus (tote bag) sebagaimana diatur dalam Standar Operasional Prosedur Badan Gizi Nasional. Selain itu, roti yang dibagikan disebut tanpa label izin edar seperti PIRT maupun keterangan tanggal kedaluwarsa.

Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) yang mensyaratkan produk memiliki izin edar, informasi kedaluwarsa, serta memenuhi prinsip gizi seimbang.

“Roti yang dibagikan rasanya hambar dan tidak jelas diproduksi oleh siapa serta kapan masa berlakunya habis. Sementara jajanan pasar yang seharusnya tidak diperbolehkan, justru ada dalam paket,” katanya.

Baca juga : Pemkot Kediri Salurkan PKH Plus Tahap I 2026, Sebanyak 485 Lansia  Terima Bantuan

Keluhan serupa disampaikan orang tua lain berinisial NF, warga Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru. Ia mengaku anak balitanya menerima paket MBG berisi satu jeruk yang mulai membusuk, satu klip kecil kacang koro, satu susu kemasan, dan jajanan pasar tanpa label PIRT.

Unggahan menu tersebut di media sosial, kata NF, memicu respons dari sejumlah orang tua lain dengan pengalaman serupa. Ia menilai kualitas MBG yang diterima belum layak dikonsumsi anak.

“Sudah beberapa kali terjadi. Kami sempat melaporkan ke bidan desa yang juga menilai menu tersebut kurang layak. Namun saat dikomplain, justru ada pernyataan agar warga Ketanon pindah SPPG jika tidak puas,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai evaluasi distribusi MBG tersebut.***

Reporter : Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D