Blitar, LINGKARWILIS.COM – Kota Blitar semakin menegaskan diri sebagai magnet bagi industri rokok. Jumlah perusahaan rokok yang membuka usaha di wilayah ini terus bertambah dari waktu ke waktu.
Terbaru, sebuah pabrik rokok kretek asal Malang resmi memulai operasionalnya di Kota Blitar. Nilai investasinya disebut mencapai Rp 5 miliar. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, bahkan meninjau langsung aktivitas pabrik tersebut.
“Kami selalu memberikan ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin berusaha di Kota Blitar, karena kehadiran mereka membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Baca juga : Bawaslu Awasi Coktas di Tumpakkepuh, Blitar, Temuan Warga dengan NIK Ganda
Pabrik tersebut berlokasi di Jalan Tanjung, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo. Informasi yang diterima, perusahaan membutuhkan setidaknya 700 tenaga kerja untuk operasional produksi. Proses rekrutmen dilakukan bertahap hingga tahun depan, sementara saat ini pabrik masih memproduksi menggunakan stok pita cukai yang tersedia.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kota Blitar, Heru Eko P, menyebut hingga kini sudah terdapat 10 pabrik rokok yang mulai beroperasi di Kota Blitar.
Termasuk di antaranya dua perusahaan besar PT HM Sampoerna dan PT Gudang Garam—yang membuka unit usaha di wilayah perbatasan kota serta menyerap ratusan pekerja lokal.
Heru menjelaskan, minat industri rokok berinvestasi di Kota Blitar dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kemudahan perizinan hingga biaya tenaga kerja yang masih kompetitif.
Baca juga : Dispertabun Kediri Petakan Lahan Pertanian Rawan Bencana saat Musim Hujan
“UMK Kota Blitar relatif aman bagi pengusaha. Berbeda dengan kota besar yang UMK-nya lebih tinggi. Kami juga memberi pendampingan penuh bagi investor yang belum memahami proses perizinan,” paparnya.
Ia menegaskan, kemudahan tersebut memberikan dampak nyata. “Kesempatan kerja semakin luas dan perekonomian masyarakat ikut terangkat,” tandasnya.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin






