Pasukan Israel Serbu Sekolah UNRWA di Shuafat, 800 Siswa Terancam Kehilangan Akses Pendidikan

Pasukan Israel Serbu Sekolah UNRWA di Shuafat, 800 Siswa Terancam Kehilangan Akses Pendidikan
Salah satu Gedung sekolah di Gaza (Foto : Adaradonation)

YERUSALEM, LINGKARWILIS.COM – Ketegangan kembali meningkat di wilayah pendudukan Yerusalem Timur, setelah pasukan Israel menyerbu kompleks sekolah yang dikelola UNRWA di kamp pengungsi Shuafat pada Kamis (8/5/2025). Aksi ini dilakukan menyusul keputusan militer Israel yang memerintahkan evakuasi dan penutupan enam sekolah yang beroperasi di kawasan tersebut.

Dalam laporan Kantor Berita Palestina Wafa, disebutkan bahwa aparat bersenjata Israel memasuki halaman sekolah dan area sekitar dengan pengawalan ketat, menuntut agar para siswa, guru, dan staf segera mengosongkan bangunan. Langkah ini memicu kecemasan di kalangan warga dan memunculkan kekhawatiran akan tindakan represif lebih lanjut terhadap lembaga pendidikan Palestina.

Pemerintah Kota Yerusalem mengonfirmasi bahwa larangan akses terhadap gedung sekolah telah resmi berlaku mulai 8 Mei 2025. Artinya, sejak tanggal tersebut, semua pihak termasuk kepala sekolah, pengajar, hingga wali murid dilarang memasuki area sekolah.

Baca juga : UNRWA: Krisis Kemanusiaan di Gaza Melewati Batas Kemanusiaan

Organisasi PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, mengecam tindakan ini dan menyatakan bahwa penutupan tersebut secara langsung akan merampas hak pendidikan dari 800 anak pengungsi. UNRWA menegaskan bahwa keputusan Israel merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, termasuk kewajiban negara pendudukan terhadap penduduk sipil.

Situasi ini merupakan bagian dari rangkaian tindakan yang dinilai sebagai upaya sistematis Israel untuk melemahkan institusi-institusi pendidikan Palestina di Yerusalem Timur. Sebelumnya, pada Oktober 2024, Knesset Israel telah mengesahkan undang-undang yang melarang aktivitas UNRWA di seluruh wilayah Israel.

Kebijakan tersebut mengundang kritik dari berbagai organisasi kemanusiaan internasional yang menilai bahwa pembatasan terhadap lembaga pendidikan hanya akan memperdalam krisis sosial dan kemanusiaan di wilayah pendudukan.***

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D