Pelanggaran Lalu Lintas di Tulungagung Turun Sepanjang 2025, Kelompok Pelajar Masih Mendominasi

Pelanggaran Lalu Lintas di Tulungagung Turun Sepanjang 2025, Kelompok Pelajar Masih Mendominasi
Petugas Satlantas Polres Tulungagung saat memberikan sanksi tilang bagi pelanggar lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru kemarin (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Kepolisian Resor Tulungagung mencatat tren penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas sepanjang tahun 2025. Meski demikian, pelanggaran masih didominasi oleh kelompok usia pelajar dan usia produktif.

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila, mengungkapkan bahwa selama 2025 tercatat 24.277 pelanggaran lalu lintas. Angka tersebut dihimpun dari berbagai metode penindakan, mulai dari tilang manual, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan mobile, hingga teguran langsung di lapangan.

bayar PBB Kota Kediri

Rinciannya, sebanyak 3.250 pelanggar terjaring tilang manual, 2.929 pelanggar melalui ETLE statis, 1.656 pelanggar lewat ETLE mobile, serta 16.172 pelanggar mendapat teguran. Dengan demikian, total surat tilang yang dikeluarkan Satlantas Polres Tulungagung sepanjang 2025 mencapai 8.105 lembar.

“Selama 2025 kami melakukan penindakan tilang terhadap 8.105 pelanggar dan memberikan teguran kepada 16.172 pelanggar,” ujar AKP Taufik Nabila, Selasa (13/1/2026).

Baca juga : Persik Kediri Evaluasi Skuad, Tiga Pemain Berpotensi Dilepas, Rekrutan Baru Segera Diumumkan

Ia menjelaskan, jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, polisi mencatat 38.070 pelanggaran lalu lintas, sehingga terjadi penurunan sebanyak 13.793 kasus atau setara 36,23 persen.

Pada 2024, pelanggaran yang ditindak melalui tilang manual tercatat 5.503 kasus, ETLE statis 1.228 kasus, ETLE mobile 1.269 kasus, serta teguran sebanyak 30.070 kasus. Jika dibandingkan, jumlah tilang pada 2025 justru mengalami kenaikan tipis sebanyak 105 kasus, sementara jumlah teguran menurun drastis hingga 13.898 teguran.

“Secara keseluruhan pelanggaran memang turun 36,23 persen, meskipun jumlah tilang naik tipis. Penurunan terbesar terjadi pada pemberian teguran,” jelasnya.

Namun demikian, Taufik menegaskan bahwa penurunan angka pelanggaran ini tidak serta-merta mencerminkan peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Berdasarkan analisis kepolisian, penurunan tersebut dipengaruhi oleh minimnya penindakan langsung di lapangan.

Sepanjang 2025, Satlantas Polres Tulungagung lebih memprioritaskan penegakan hukum melalui sistem ETLE statis dan mobile, sesuai kebijakan Polri. Kondisi ini membuat sejumlah pelanggaran berpotensi tidak terdeteksi, sehingga memengaruhi statistik pelanggaran.

Baca juga : Kasus PMK Kembali Muncul di Kediri, DKPP Catat 49 Sapi Terjangkit dan Satu Mati

“Penindakan lebih banyak dilakukan melalui ETLE, bukan on the spot. Hal ini berdampak pada jumlah pelanggaran yang tercatat,” ujarnya.

Berdasarkan klasifikasi pelanggar, kelompok pelajar menempati posisi tertinggi dengan 2.986 pelanggar, disusul kelompok wiraswasta atau pekerja sebanyak 2.846 pelanggar. Dari sisi usia, pelanggar terbanyak berada pada rentang 17 hingga 21 tahun dengan 2.836 pelanggar, kemudian usia 22 hingga 30 tahun sebanyak 2.141 pelanggar.

“Pelanggaran paling banyak dilakukan pelajar dan kelompok usia produktif, yakni 17 sampai 30 tahun,” kata Taufik.

Selain itu, Satlantas Polres Tulungagung juga mencatat peningkatan pelanggaran yang melibatkan bus umum. Pada 2024 terdapat 80 pelanggaran bus, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 126 pelanggaran atau naik 57,5 persen.

Pelanggaran bus umum tersebut turut berkontribusi terhadap enam kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025, dengan korban meninggal dunia sebanyak empat orang dan enam orang mengalami luka ringan.

“Kasus kecelakaan bus yang menonjol terjadi di Desa Rejoagung dengan korban dua mahasiswa meninggal dunia serta di wilayah Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, dengan satu korban jiwa. Dalam dua perkara tersebut, sopir bus ditahan karena adanya unsur kesengajaan,” pungkasnya.***

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4Dsitus toto