Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri mulai dikerjakan. Proses peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung baru berlangsung pada Selasa (18/11).
Kepala Desa Sidomulyo, Bambang Erwanto, bersama Danramil 0809/10 Wates Kapten Sutejo turut memantau langsung jalannya pembangunan.
Bambang menjelaskan bahwa gedung KDMP Sidomulyo berdiri di atas tanah kas desa yang sebelumnya merupakan bangunan bekas Puskesmas dan lokasinya bersebelahan dengan kantor Bumdes.
“Dengan adanya KDMP, kami berharap perekonomian Desa Sidomulyo dan wilayah sekitarnya semakin kuat melalui pengelolaan koperasi. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga, memperlancar distribusi, menekan harga pokok, sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya, Jumat (21/11).
Baca juga : Menjelang Nataru, Pemkab Kediri Gelar OPM di Enam Titik, Ini Infonya
Pengawasan pembangunan dilakukan secara intensif sejak tahap awal hingga selesai untuk memastikan pekerjaan berjalan aman dan lancar.
Sementara itu, Danramil 0809/10 Wates, Kapten Sutejo, menyampaikan bahwa fasilitas KDMP di Desa Sidomulyo menjadi yang pertama dibangun di wilayah Kecamatan Wates. Setelah itu akan menyusul pembangunan di Desa Janti, Desa Pagu, dan Desa Segaran.
Ia menambahkan, terdapat 18 desa di Kecamatan Wates dan seluruhnya akan dibangun KDMP secara bertahap mulai akhir November hingga awal Desember.
“Target penyelesaian sekitar tiga bulan. Namun, kondisi cuaca yang memasuki musim hujan pasti berpengaruh. Diperkirakan pada Maret–April fasilitas ini sudah dapat beroperasi,” jelasnya.
Baca juga : DPUPR Kota Kediri Perbaiki Jalan Berlubang di Kawasan MT Haryono
Lebih lanjut, Sutejo menegaskan bahwa program KDMP bertujuan memberdayakan petani dan pelaku usaha desa, memperluas layanan dasar, serta membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih mandiri, inklusif, dan berkeadilan.
“Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh, membuka peluang kerja baru hingga dua juta lapangan kerja, menaikkan nilai tukar petani (NTP), serta memperkuat daya saing produk pertanian guna menurunkan angka kemiskinan ekstrem,” pungkasnya.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





