Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus memperluas pemanfaatan sumur biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik.
Setelah sebelumnya membangun empat sumur biopori berukuran jumbo di sisi timur kompleks perkantoran, kini ditambah empat unit baru untuk menampung sampah harian berupa dedaunan.
Ketua Satgas Penghijauan Ponorogo, Bambang Suhendro, menjelaskan dua sumur akan ditempatkan di area tengah, sementara dua lainnya berada di sisi barat kantor Pemkab. “Biopori ini terbukti efektif mengurangi timbunan sampah organik di lingkungan perkantoran,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Baca juga : Kebakaran Gedung Samsat Katang Ditetapkan sebagai Bencana Sosial, Ini Penjelasan Sekda Kabupaten Kediri
Tak hanya di area kantor pemerintah, rencananya biopori jumbo juga akan dibangun di Pasar Legi sebanyak empat unit. Dengan diameter satu meter dan kedalaman empat meter, biopori ini memanfaatkan peran mikroorganisme serta cacing tanah untuk menguraikan sampah organik.
Menurut Bambang, program biopori bukan hanya menekan produksi sampah, tetapi juga memiliki nilai ekonomis sekaligus menjaga cadangan air tanah.
“Sekitar 60–65 persen sampah di Ponorogo merupakan sampah organik. Dengan biopori, kita bisa mengelola sampah secara ramah lingkungan sekaligus menjadikan Ponorogo lebih hijau dan bersih,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor ; Hadiyin





