LINGKARWILIS.COM – Menjelang Idul Fitri 2025, Polres Tulungagung bersama Satgas Pangan menggelar inspeksi di sejumlah pasar tradisional di wilayah Tulungagung. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dipastikan bahwa harga dan ketersediaan bahan pokok (bapok) tetap stabil dan aman.
Kapolres Tulungagung, AKBP Mohammad Taat Resdi, menyampaikan bahwa pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kestabilan harga bahan pokok serta mengantisipasi adanya praktik penimbunan atau permainan harga.
Dalam kegiatan sidak ini, petugas memberikan perhatian khusus terhadap beberapa komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan cabai. Lima komoditas tersebut kerap mengalami kenaikan harga pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang hari raya.
Selama pemantauan, pihaknya memperoleh informasi langsung dari para pedagang bahwa secara umum harga bahan pokok masih tergolong stabil. Namun, terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu, seperti cabai rawit dan bawang merah.
Warga Tiron Menanti Kepastian, Ganti Rugi Tol Kediri-Tulungagung Belum Jelas
Meskipun mengalami kenaikan, harga kedua komoditas tersebut masih dianggap dalam batas wajar. Kenaikan ini diduga dipengaruhi oleh faktor cuaca, mengingat saat ini masih musim hujan yang menyebabkan hasil panen berkurang dan berdampak pada harga jual di pasar.
Selain itu, terkait minyak goreng, khususnya Minyakita, secara umum dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 15.700. Namun, ditemukan pula pedagang yang menjualnya di atas HET karena mendapat pasokan dari distributor dengan harga yang sudah lebih tinggi.
Terkait hal ini, pihak kepolisian memastikan bahwa kenaikan harga Minyakita bukan disebabkan oleh dugaan penimbunan stok, melainkan faktor distribusi. Selain itu, langkah antisipasi terhadap praktik premanisme atau pungutan liar (pungli) juga dilakukan, dengan imbauan agar pedagang segera melaporkan jika menemukan adanya tindakan tersebut.





