KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Harapan warga Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, akan kepastian ganti rugi proyek Tol Kediri-Tulungagung kian menipis. Seiring waktu yang terus berjalan, kejelasan mengenai pembayaran kompensasi atas lahan terdampak masih belum mereka dapatkan.
Mbah Nyaman, salah satu warga terdampak, mengungkapkan kekecewaannya. “Kami sudah lelah menunggu. Rumah dan tanah kami terkena dampak proyek ini, tapi hingga kini ganti ruginya belum ada kejelasan,” keluhnya.
Ketidakpastian ini membuat warga berada dalam kondisi dilematis. Mereka tidak bisa merenovasi rumah, menjual tanah, ataupun beraktivitas dengan tenang karena lingkungan sekitar terganggu oleh proyek. Debu beterbangan, lalu lintas alat berat tak henti-henti, sementara hak mereka masih belum terpenuhi.
Baca juga : Disdagprin Kabupaten Kediri Pastikan Minyak Kita Ukuran Satu Liter Sesuai Standar
“Kalau proyek ini memang akan berjalan, segera realisasikan ganti rugi. Jika tidak, beri kami kepastian agar kami bisa menjalani hidup seperti biasa,” tambah Mbah Nyaman penuh harap.
Kebingungan juga menyelimuti warga yang tak tahu harus mengadu ke mana. “Kami butuh kejelasan. Kami sudah berkali-kali menanyakan, tapi sejauh ini hanya janji tanpa realisasi,” ujar warga lainnya dengan nada putus asa.
Baca juga : Minuman Kedaluwarsa Ditemukan Saat Sidak Swalayan di Kota Kediri, Polisi Lakukan Uji Lab
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret agar polemik ini tidak berlarut-larut.
Mereka berharap ada kepastian hukum dan percepatan pembayaran ganti rugi, agar proyek tol yang seharusnya membawa manfaat tidak justru menjadi sumber penderitaan bagi warga terdampak.
Bagi mereka, keadilan sosial yang dijanjikan negara terasa semakin jauh jika tak ada kepastian.***
Reporter : Agus Sulistyo Budi
Editor : Hadiyin





