Kediri, LINGKARWILIS.COM – Posyandu ILP di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri menunjukkan hasil positif dalam upaya menekan angka stunting di wilayahnya.
Salah satu kelompok posyandu yang aktif, yakni Posyandu Kantil, berhasil mencatat perbaikan signifikan dalam penanganan gizi anak. Pada tahun 2024, terdapat tiga kasus stunting di wilayah tersebut.
Namun, berkat peningkatan layanan kesehatan dan intervensi gizi yang lebih terarah, angka tersebut berhasil ditekan menjadi hanya satu kasus pada tahun 2025.
Ketua Posyandu Kantil, Retno, mengungkapkan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari kerja keras para kader posyandu serta dukungan dari berbagai pihak.
Baca juga : Angka Kesembuhan Sapi dari PMK di Kabupaten Kediri Capai 759 Ekor
“Kami rutin memantau tumbuh kembang anak dan memberikan edukasi kepada ibu-ibu agar lebih peduli terhadap asupan gizi anak mereka. Dengan adanya kerja sama dengan Baby Care, kami semakin terbantu dalam menyediakan makanan bergizi serta layanan kesehatan yang lebih optimal,” ujarnya, Kamis (26/3/2025).
Salah satu warga yang rutin mengikuti posyandu, Susi, turut merasakan manfaat program ini.
“Awalnya saya kurang paham soal gizi anak, tapi setelah ikut posyandu, saya jadi lebih mengerti pentingnya makanan sehat dan pola asuh yang baik. Sekarang anak saya lebih aktif dan pertumbuhannya juga lebih baik,” katanya.
Baca juga : Polisi Gagalkan Perang Sarung di Kediri, Tiga Remaja Diamankan
Sebagai langkah pencegahan berkelanjutan, Posyandu ILP Kelurahan Tosaren kini berkolaborasi dengan Babi Care untuk mempercepat pemenuhan gizi bagi anak-anak.
Program ini tidak hanya menyediakan layanan kesehatan, tetapi juga edukasi bagi orang tua terkait pola asuh dan nutrisi yang tepat guna mencegah stunting sejak dini.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model efektif dalam upaya menekan angka stunting di Kota Kediri, sejalan dengan program nasional yang bertujuan menciptakan generasi lebih sehat dan berkualitas.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






