Daerah  

Prasasti Poh Rinting Abad ke-10 Ungkap Jombang Lebih Tua dari yang Diduga

Prasasti Poh Rinting Abad ke-10 Ungkap Jombang Lebih Tua dari yang Diduga
Forum diskusi tentang prasasti tertua di Jombang. (ist)

LINGKARWILIS.COM – Temuan terbaru mengungkap bahwa peradaban di Jombang telah berdiri kokoh sejak abad ke-10, jauh sebelum terbentuknya pemerintahan kabupaten pada 1910.

Fakta ini mencuat dalam forum diskusi bertajuk “Prasasti Poh Rinting Titik Awal Sejarah Jombang” yang digelar di sebuah kafe di Mojoagung.

Diskusi tersebut diinisiasi oleh Binhad Nurrohmat dengan menghadirkan dua pembahas utama yakni Nona Nur Madina dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang dan Rifatul Hasanah dari TACB Mojokerto.

Binhad menjelaskan, Jombang memiliki dua prasasti kuno sebagai bukti tertulis paling awal keberadaan masyarakat dan pemerintahan.

Keduanya adalah Prasasti Poh Rinting di Desa Glagahan, Kecamatan Perak yang diterbitkan tahun 929 M oleh Raja Mpu Sindok dari Kerajaan Medang serta Prasasti Tengaran di Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan yang berangka tahun 935 M.

Ibu-Ibu Tertipu Arisan Online Serbu Polres Malang, Total Kerugian Capai Rp6 Miliar

Menurutnya, Prasasti Poh Rinting layak dijadikan tonggak awal sejarah Jombang karena menunjukkan bahwa masyarakat dan tatanan pemerintahan telah ada sejak abad ke-10. Selama ini, hari jadi Jombang ditetapkan pada tahun 1910, merujuk pada pembentukan pemerintahan kabupaten.

Penanggalan prasasti tersebut diperkirakan jatuh pada Oktober 929. Sebagai catatan tertulis, temuan ini dinilai istimewa dan menjadi bukti sejarah yang jarang dimiliki daerah lain.

Binhad pun berharap temuan ini menjadi dasar peninjauan ulang penetapan hari jadi Jombang. Baginya, kajian sejarah tidak hanya sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga bagian penting dalam membangun identitas lokal.

Dengan semakin dikenalnya Prasasti Poh Rinting dan Tengaran, ia berharap masyarakat dapat kembali mengenal akar sejarah Jombang yang telah tumbuh sejak era Kerajaan Medang di bawah pemerintahan Mpu Sindok.  (st2)

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D