Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Dalam rangka meningkatkan kualitas hasil pertanian di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, yang dikenal sebagai “Kampung Idiot,” PT. Pupuk Indonesia (Persero) memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat setempat.
Bantuan ini diharapkan mampu memperbaiki kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya mereka yang mengalami disabilitas intelektual.
Bantuan tersebut meliputi 2 ton pupuk Phonska Plus dan ZA Plus, yang kaya akan zat zinc (Zn), berfungsi memperbaiki kualitas panen serta memberikan dampak positif bagi kesehatan otak dan saraf. Tidak hanya pupuk, PT. Pupuk Indonesia juga menyumbangkan 40 ekor kambing senilai Rp100 juta, peralatan batik ciprat senilai Rp10 juta, serta 10 alat penyemprot elektrik untuk kelompok tani setempat.
Rahmad Pribadi, Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia (Persero), menegaskan bahwa ada keterkaitan antara kualitas pertanian dengan kesehatan mental.
“Jika pertanian berjalan baik, maka gizi masyarakat akan terpenuhi, yang berimbas pada kesehatan mental mereka. Salah satu contoh penting adalah cukupnya zat zinc yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan otak dan saraf,” kata Rahmad, Sabtu (21/09/2024).
Rahmad menambahkan bahwa bantuan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga memberdayakan warga yang mengalami disabilitas intelektual melalui pemberian ternak kambing dan peralatan batik ciprat. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Karangpatihan,” tambahnya.
Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, turut mengapresiasi bantuan tersebut dan berharap pupuk yang diberikan mampu meningkatkan hasil pertanian di desa mereka. Ia juga menekankan pentingnya kandungan zinc dalam pupuk yang dapat menghasilkan tanah berkualitas, yang pada gilirannya memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil dan anak-anak yang dilahirkan.
Eko mengungkapkan bahwa jumlah penyandang disabilitas intelektual di desanya telah menurun drastis dari 300 orang pada tahun 2008 menjadi 98 orang saat ini, berkat perbaikan gizi yang terus dilakukan. “Dulu, banyak anak lahir dari keluarga miskin dengan gizi buruk, namun kini, dengan pemenuhan gizi yang lebih baik, angka disabilitas intelektual semakin menurun,” jelasnya.
Desa Karangpatihan kini berharap bantuan dari PT. Pupuk Indonesia dapat terus membantu masyarakat untuk lebih berdaya dan mandiri. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Semoga ini bermanfaat bagi seluruh warga desa,” tutup Eko.***
Reporter: Sony Prastyo
Editor: Hadiyin





