Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Pelajar SMAN 1 Pare Digelar, Puluhan Adegan Diperagakan Pelaku

Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Pelajar SMAN 1 Pare Digelar, Puluhan Adegan Diperagakan Pelaku
Kanit PPA Satreskrim Polres Kediri Hery Wiyono saat memberikan keterangan terkait hasil rekonstruksi (ist)

KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Polres Kediri menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang pelajar SMA Negeri 1 Pare, Moh Hidris Rayyan, meninggal dunia.

Proses rekonstruksi berlangsung di halaman Mapolres Kediri, Senin (7/4/2025), dengan melibatkan sejumlah saksi dan terduga pelaku yang mayoritas masih berstatus anak di bawah umur.

Dalam peristiwa tragis yang terjadi di wilayah Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri tersebut, polisi menghadirkan 14 anak sebagai saksi, serta dua anak korban yang selamat. Rekonstruksi memperagakan 24 adegan guna mengungkap secara detail kronologi pengeroyokan.

Baca juga : Kapolres Kediri Kota dan Forkopimda Hadiri Panen Raya Serentak Dipimpin Presiden Prabowo

Menurut Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Hery Wiyono, dari seluruh adegan yang diperagakan, adegan ke-19 menjadi sorotan karena muncul perbedaan keterangan antara korban dan pelaku.

“Ada perbedaan persepsi pada adegan ke-19, di mana disebutkan salah satu pelaku mendekati korban saat kejadian. Namun, pelaku membantah pernah mendekati korban,” jelas Hery.

Meski demikian, pihak korban tidak dapat menjelaskan secara rinci tindakan pelaku saat diduga berada di dekat korban yang sudah tergeletak tak berdaya. Hal ini masih akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik.

Mengenai motif awal insiden, Hery menjelaskan bahwa konflik dipicu oleh aksi saling ejek saat para remaja tersebut berpapasan di jalan raya Desa Tanjung, Kecamatan Pagu. Namun, tidak ada ejekan verbal yang terdengar dalam rekonstruksi. Aksi provokasi hanya berupa gestur mengacungkan tangan, seolah mengajak berduel.

Baca juga : Arus Lalu Lintas di Kota Kediri Mulai Lancar Meski Jalan Urip Sumoharjo Masih Padat

“Tidak ada ucapan ejekan yang terekam dalam adegan. Hanya gestur tangan yang menunjukkan tantangan,” tambahnya.

Pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus ini secara mendalam. Proses hukum terhadap pelaku yang masih berstatus anak juga akan mengacu pada ketentuan hukum perlindungan anak yang berlaku di Indonesia.***

Reporter: Rizky Rusdiyanto

Editor :Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D