Kediri, LINGKARWILIS.COM – Ribuan warga Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri memadati Jalan Raya Kresek untuk menyaksikan parade miniatur sound horeg dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Sabtu (27/9/2025).
Dentuman sejumah sound system yang berjajar meramaikan acara tersebut menjadi magnet perhatian masyarakat salah satunya AM PRO AUDIO.
Lurah Tempurejo, Oriza Mahendra, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah mempererat solidaritas antarwarga.
“Sebanyak 15 kelompok tampil mewakili 13 RT dan 4 RW. Lebih baik energi masyarakat diarahkan pada kegiatan yang membangun kekompakan. Semua pembiayaan murni dari swadaya warga, para pemuda menjadi motor penggerak, sementara kelurahan memberi dukungan penuh,” ungkapnya.
Baca juga : Musda XI DPD Golkar Kota Kediri, Sudjono Teguh Wijaya Berpeluang Besar Terpilih Lagi
Dari sisi keamanan, acara berjalan kondusif. Kapolsek Pesantren, Kompol Siswandi, S.H., memastikan kelancaran perayaan tetap terjaga meski lalu lintas cukup padat.
“Petugas sudah mengawal secara maksimal sehingga warga dapat menikmati acara dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Sementara itu, Arif, pemilik AM PRO AUDIO menyebut dentuman spektakuler dari sound horeg bukan hanya hiburan, melainkan juga pembuktian kualitas.
“Bagi kami, ini soal prestise. AM PRO AUDIO hadir bukan sekadar suara, tetapi wujud komitmen memberi yang terbaik untuk masyarakat Tempurejo,” katanya dengan penuh keyakinan.
Baca juga : Kemenag Kabupaten Kediri Mulai Urus Paspor Haji 2026, Kuota Masih Tunggu Keputusan Pusat
Ratna Sari, salah seorang warga, mengaku terpesona dengan kekuatan dan keindahan sajian audio serta visual.
“Masya Allah, suaranya luar biasa. Di antara yang tampil, AM PRO AUDIO paling menggelegar. Getarannya terasa sampai dada, apalagi lampu-lampu dan hiasan horegnya sungguh memikat,” tuturnya.
Menutup acara, Lurah Oriza Mahendra berharap semangat kebersamaan yang tercipta melalui parade mini sound horeg tetap terjaga.
“Semoga ini menjadi simbol kerukunan dan budaya gotong royong masyarakat Tempurejo yang terus hidup rukun dan solid,” tandasnya.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin






