PONOROGO, LINGKARWILIS.COM — Keberadaan sarang tawon vespa di lingkungan Perumahan Royal, Kelurahan Nologaten, Kecamatan Ponorogo, menimbulkan kepanikan di kalangan warga. Ancaman tersebut terbukti membahayakan, setelah seorang anak berusia 10 tahun tersengat hingga mengalami luka pada bagian tangan, Rabu (14/5/2025) sore.
Endang Dwi Lestari, orang tua korban, mengatakan bahwa insiden terjadi saat sang anak bermain di halaman rumah. “Anak saya tiba-tiba tersengat tawon saat bermain, dan karena panik, kami langsung menghubungi Damkar,” ujar Endang kepada wartawan.
Sarang tawon vespa tersebut diketahui menempel di pohon pucuk merah di depan rumah warga. Ukurannya cukup besar, menyerupai helm dewasa, dan terletak tak jauh dari fasilitas umum, sehingga berisiko membahayakan lebih banyak orang.
Baca juga : Jelang Idul Adha, 70 Dokter Hewan Diterjunkan untuk Periksa Kesehatan Ternak di Kediri
Menanggapi laporan tersebut, tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ponorogo langsung diterjunkan ke lokasi. Kepala Tim Evakuasi, Edi Hermanto, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB dan segera mengerahkan personel bersama satu unit mobil pemadam.
“Evakuasi dilakukan menggunakan campuran air dan deterjen yang disemprotkan langsung ke sarang. Metode ini terbukti efektif serta relatif aman bagi petugas maupun warga,” terang Edi.
Ia menjelaskan bahwa tawon vespa termasuk jenis serangga yang agresif dan beracun. Penanganan cepat menjadi kunci untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak. “Kami minta bantuan deterjen dari pemilik rumah karena teknik evakuasi ini menggunakan busa untuk melumpuhkan tawon,” tambahnya.
Baca juga : UNP Kediri Kukuhkan Langkah Menuju Kelas ASEAN, Jalan Sehat Warnai Puncak Dies Natalis ke-48
Edi juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan sarang tawon di sekitar tempat tinggal. Pasalnya, sengatan tawon vespa dapat memicu reaksi serius, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan.
“Kondisi korban saat ini sudah membaik, meski tangan yang tersengat masih mengalami pembengkakan,” tutup Edi.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





