Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Sejumlah warga Ponorogo menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan Kodim 0802/Ponorogo. Para korban mayoritas dijanjikan menjadi mitra dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun ternyata hanya jebakan dari pelaku kejahatan.
Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf. Dwi Soerjono, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada lima korban yang melaporkan diri dengan total kerugian mencapai belasan juta rupiah. Salah satu korban bahkan mengalami kerugian hingga Rp8,2 juta.
“Kodim tidak pernah mengajak masyarakat untuk bergabung dalam program MBG secara langsung. Semua kegiatan program ini terpusat di dapur SPPG Ponorogo. Hingga kini, sudah ada lima laporan dari masyarakat terkait penipuan ini,” ungkap Letkol Inf. Dwi Soerjono, Rabu (19/2/2025).
Baca juga : Efisiensi Anggaran, Pemkab Kediri Kurangi Kegiatan Seremonial SKPD
Pelaku menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan korban, seperti berpura-pura melakukan pemesanan makanan atau menyewa gedung untuk keperluan program MBG. Salah satu trik yang sering digunakan adalah mengirimkan bukti transfer palsu dan kemudian meminta korban mengembalikan kelebihan uang.
“Modusnya, pelaku menelepon korban dan mengaku telah mentransfer uang lebih dari jumlah yang seharusnya, lalu meminta korban mengembalikan kelebihannya. Padahal, bukti transfer yang dikirimkan itu palsu, dan uang sebenarnya tidak pernah masuk ke rekening korban,” jelasnya.
Menanggapi maraknya kasus penipuan ini, Dandim mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan konfirmasi langsung ke Koramil terdekat atau Kantor Kodim 0802/Ponorogo apabila ada pihak yang mengatasnamakan instansi tersebut dan menawarkan kerja sama sebagai mitra MBG.
Baca juga : KPU Kabupaten Kediri Gelar Diskusi Kelompok, Ini Catatan Selama Penyelenggaraan Pemilu 2024
Selain itu, jika ada permintaan pesanan makanan atau barang yang mengklaim berasal dari Kodim 0802/Ponorogo, masyarakat diminta untuk selalu melakukan pengecekan guna menghindari tindak penipuan.
“Kami telah menyampaikan imbauan ini melalui berbagai media dan meminta seluruh anggota untuk terus mengedukasi masyarakat. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang dan tidak ada lagi korban penipuan,” tegas Dandim.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan upaya penipuan serupa dapat dicegah sehingga tidak semakin merugikan warga Ponorogo.***
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin






