Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, pada Senin (10/11/2025) sore, menyebabkan tanah longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran. Tebing setinggi sekitar lima meter ambruk dan menimpa bagian belakang rumah milik Jarot Wahyudi, warga setempat.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, ketika tanah di area tebing yang memiliki kemiringan curam tak mampu menahan derasnya aliran air hujan. Material longsoran menghantam bagian dapur dan kamar mandi rumah korban hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Kepala BPBD Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa pemilik rumah sebenarnya sudah melaporkan potensi longsor sejak malam sebelumnya. Namun, rencana penanganan baru akan dilakukan keesokan harinya.
Baca juga : Ny. Arumi Bachin Resmikan Sistem Informasi Manajemen PKK di Kediri
“Pemilik rumah sudah melapor kepada kepala dusun bahwa tebing di belakang rumahnya rawan longsor. Namun karena sudah malam, tindakan penanganan direncanakan pagi harinya,” jelas Masun, Selasa (11/11).
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski begitu, empat penghuni rumah harus mengungsi sementara waktu untuk menghindari kemungkinan longsor susulan.
Petugas gabungan dari BPBD, Tagana, TNI, dan warga sekitar langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pembersihan material longsor. Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi keluarga terdampak.
Baca juga : Mas Dhito Gelar Doa Bersama untuk Kelancaran Rehabilitasi Gedung Pemkab Kediri
“Kami sudah menurunkan tim untuk membersihkan material longsor. Warga diimbau tetap waspada karena curah hujan masih tinggi dan potensi longsor susulan bisa saja terjadi,” tegas Masun.
Hingga Selasa sore, proses pembersihan puing dan tanah masih berlangsung. Petugas menargetkan seluruh material longsor dapat disingkirkan hari itu juga agar area sekitar kembali aman.***
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin





