LINGKARWILIS.COM – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Fasilitas pengolahan sampah tersebut nantinya diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Segawe yang saat ini menampung puluhan ton sampah setiap harinya.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Yudha Yanuar Hadi, menjelaskan bahwa pihaknya baru saja melaksanakan sosialisasi kepada warga sekitar terkait rencana pembangunan TPST Sumberdadi.
“Alhamdulillah, kemarin kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat dan mendapat respon yang cukup positif,” ujar Yudha, Jumat (25/7/2025).
MAN 8 Jombang Jadi Percontohan Madrasah Vokasi Berbasis Keagamaan
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan harapan agar keberadaan TPST juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam proses pengelolaan dan daur ulang sampah.
Yudha mengungkapkan, pada tahun 2024 lalu pihak DLH sebenarnya telah menganggarkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) TPST.
Namun, karena adanya efisiensi anggaran, pengerjaan DED itu tertunda dan dijadwalkan ulang untuk dikerjakan pada tahun 2026.
“Kalau DED-nya sudah selesai kami susun, target selanjutnya adalah penganggaran pembangunan fisik TPST. Bila semua lancar, pembangunannya bisa segera dimulai,” jelasnya.
Rencana pembangunan TPST ini akan difokuskan pada pengolahan sampah dari wilayah perkotaan yang merupakan penyumbang sampah terbanyak di Tulungagung.
Nantinya, sampah yang bisa didaur ulang akan diproses di TPST, sementara sisanya tetap dikirim ke TPA Segawe usai disortir.
Revitalisasi Stasiun Malang, KAI Gandeng Pemkot untuk Wujudkan Ikon Transportasi Modern
Menariknya, TPST Tulungagung direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 8 hektare — jauh melebihi standar luas TPST yang biasanya hanya 2 hektare.
“Dengan luasan tersebut, TPST ini diperkirakan mampu mengolah 30 hingga 40 ton sampah per hari. Kami harap proyek ini bisa segera terealisasi agar persoalan sampah di Tulungagung bisa ditangani lebih optimal,” pungkas Yudha.






