Blitar, LINGKARWILIS.COM – Upaya pencarian APN (8), bocah asal Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, yang diduga hanyut di Sungai Jaten akhirnya dihentikan. Hingga hari ketujuh, tim gabungan tak kunjung menemukan jejak keberadaan anak berkebutuhan khusus tersebut.
Selama sepekan, tim yang terdiri dari BPBD, SAR, Polri, dan TNI telah melakukan penyisiran intensif. Pencarian dilakukan lewat jalur darat dengan menelusuri tanggul sungai, serta melalui jalur air menggunakan perahu karet. Upaya bahkan diperluas hingga ke aliran Sungai Brantas, namun tetap tidak membuahkan hasil.
“Hingga saat ini masih belum ditemukan,” ujar Iptu Samsul Anwar, Kasi Humas Polres Blitar Kota, Jumat (28/11/2025).
Baca juga : Realisasi APBN Kediri Raya Tembus Rp19,3 Triliun hingga Oktober 2025
Ia menjelaskan, sesuai prosedur, pencarian resmi dihentikan setelah tujuh hari tanpa hasil. Seluruh personel ditarik kembali ke kesatuan masing-masing. Meski demikian, tim siap kembali bergerak kapan pun jika muncul tanda-tanda keberadaan korban.
Sejak awal, operasi pencarian juga melibatkan koordinasi lintas wilayah. Informasi disebarkan ke sejumlah polsek di Tulungagung dan Kediri yang berada di sepanjang aliran Sungai Brantas, termasuk kepada para penambang pasir.
APN dilaporkan hilang sejak tiga hari setelah meninggalkan rumah. Informasi yang dihimpun menyebutkan ia pergi pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 17.30 tanpa pamit kepada keluarga dan tanpa membawa identitas. Keluarga menyebut APN memiliki kebutuhan khusus, yaitu keterlambatan bicara dan hanya memiliki satu gigi di bagian atas.
Baca juga : Pemkot dan Bea Cukai Kediri Sita 4.322 Batang Rokok Ilegal dari 20 Operasi Sepanjang 2025
Kekhawatiran keluarga memuncak ketika hingga Jumat (21/11/2025) sang anak belum juga kembali. Beberapa warga mengaku melihatnya berada di sekitar sungai. Laporan kemudian diteruskan kepada kepolisian dan ditangani oleh tim gabungan.
Ciri-ciri APN antara lain tinggi badan sekitar 130 sentimeter, kulit sawo matang, rambut lurus pendek, mata berwarna hitam, dan wajah berbentuk oval.
Pencarian secara resmi dimulai pada Sabtu pagi (22/11/2025) dengan bantuan Basarnas yang menelusuri sungai di sekitar tempat tinggal korban. Namun hingga kini, hasil tetap nihil.***
Reporter: Aziz wahyudi
Editor : Hadiyin





